Kemenaker Dorong Pengawas Ketenagakerjaan Bekerja Kreatif dan Inovatif

Gervin Nathaniel Purba 12 Juli 2018 11:35 WIB
berita kemenaker
Kemenaker Dorong Pengawas Ketenagakerjaan Bekerja Kreatif dan Inovatif
Sekretaris Jenderal Kemenaker Hery Sudarmanto (Foto:Dok)
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mendorong pengawas ketenagakerjaan di tingkat pusat maupun daerah agar mengembangkan sistem kerja yang inovatif dan kreatif sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Hal ini diperlukan untuk menjaga iklim investasi dan menyerap tenaga kerja dengan tetap menegakkan norma dan aturan pengawasan ketenagakerjaan sesuai peraturan perundangan.

"Kita sangat yakin apabila pelaksanaan pengawasan dilaksanakan dengan strategi yang inovatif sesuai dengan potensi daerah, niscaya akan mampu menumbuhkan investasi yang dapat meningkatkan kesempatan kerja," kata Sekretaris Jenderal Kemenaker Hery Sudarmanto, saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Ketenagakerjaan 2018, dikutip keterangan tertulisnya, Kamis, 12 Juli 2018.


Hery menilai dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah, maka ada pembagian yang jelas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan ketenagakerjaan.

Oleh karenanya, Hery berpesan agar sistem komunikasi dan koordinasi pengawasan ketenagakerjaan dibangun berdasarkan data dan informasi yang akurat.

"Untuk itu, perlu dibangun suatu jaringan informasi yang mampu menyajikan data terkini, dalam suatu jaringan informasi ketenagakerjaan yang berbasis teknologi informasi," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Binwasnaker & K3 Kemenaker, Sugeng Priyanto menyatakan bahwa salah satu tujuan Rakornas adalah untuk membangun komunikasi intensif antara pengawas ketenagakerjaan di pusat dan daerah.

"Serta mengevaluasi dan tentunya mencari titik temu permasalahan ketenagakerjaan yang terjadi di tingkat pusat dan daerah," kata dia.

Dalam acara ini, Sugeng juga melaporkan sejumlah capaian pengawas ketenagakerjaan hingga Juni 2018, yaitu:

1. Telah dilakukan penyidikan terhadap 75 kasus, 13 di antaranya diselesaikan melalui tindak pidana ringan dan telah memiliki keputusan hukum tetap (inkracth).

2. Program penarikan pekerja anak berhasil menarik 7.000 anak dari bentuk pekerjaan terburuk.

3. Meningkatnya implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan.

4. Meningkatkan 30 kompetensi pengawas ketenagakerjaan menjadi Penyidik PNS (PPNS), sehingga saat ini terdapat 394 PPNS.

5. Melakukan IVA Test terhadap 3.225 pekerja perempuan.

Sugeng juga meminta kepada seluruh pengawas ketenagakerjaan untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja. Agar capaian-capaian pengawasan ketenagakerjaan bisa lebih maksimal.

"Untuk itu, gunakanlah kesempatan yang baik ini untuk meningkatan Pelaksanaan Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan serta Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan," ucapnya.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id