222 Napi Mencoblos di Lapas Klas II A Bogor
Pencoblosan di Lapas Klas II A Bogor, Jawa Barat - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Bogor: Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengunjungi lembaga pemasyarakatan (lapas) kelas II A Kota Bogor. Fritz memantau pencoblosan di sana.  

Fritz tak sendiri, dia ditemani oleh jajaran Bawaslu lainnya dan tujuh penyelenggara pemilu internasional. Ada perwakilan dari Laos, Jerman, Swiss, Bangladesh, Timor Leste, Belanda dan Perancis. 

"Kita baru dari Lapas kelas II A Bogor. Baru saja kita melihat proses pemberian suara di dalam sana. Ada 222 orang yang melakukan pencoblosan dari 987 warga binaan," beber Fritz di Lapas kelas II A, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 27 Juni 2018.


Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor Divisi Teknis Samsudin mengatakan, 765 warga binaan lainnya tidak bisa melakukan pencoblosan. Sebab, bukan warga Kota Bogor maupun Jawa Barat. 

"Setelah kita konfirmasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, (765) warga binaan lainnya itu tidak teridentifikasi sebagai warga kota Bogor maupun masyarakat Jawa Barat. Kita juga sudah melalukan cek sidik jari dan iris, mereka tidak teridentifikasi. Jadi hanya 222 orang yang bisa memilih," terang Samsudin.

Samsudin mengaku, telah melakukan segala upaya untuk mengusahakan agar 765 warga binaan itu bisa melakukan pencoblosan. Namun, kata dia, tetap tidak bisa karena KPU daerahnya tidak memberikan surat A-5.

"Kalau memang betul mereka warga Jabar kita minta tolong di KPU kabupaten/kota asalnya untuk dikirimkan surat A-5 (formulir pindah pilih) untuk mereka supaya bisa bisa nyoblos," ucap dia. 

Sementara, untuk warga binaan yang memiliki KTP-el namun tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), kata Samsudin, bisa melakukan pencoblosan satu jam terakhir.

"Mereka masuk ke Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), lalu bisa mencoblos pukul 12.00 hingga 13.00 WIB," beber dia. 

Samsudin melanjutkan, 222 warga binaan yang memilih itu diberikan dua surat suara jika warga kota Bogor. Jika napi merupakan masyarakat Provinsi Jawa Barat diberikan satu surat suara.

"Ini untuk pemilihan gubernur (Jabar) dan wali kota Bogor," ujarnya.

Pemilihan gubernur dan wagub Jabar diikuti pasangan nomor urut 1 Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum, pasangan nomor urut 2 Hasanuddin-Anton Charliyan, pasangan nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dan pasangan nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Sedangkan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bogor diikuti pasangan nomor urut 1 Achmad Ru'yat-Zaenul Mutaqin, pasangan nomor urut 2 Edgar Suratman-Sefwelly Gynanjar Djoyodiningrat, pasangan nomor urut 3 Bima Arya Sugiarto-Dedie Rachim, dan pasangan nomor urut 4 Dadang Iskandar-Sugeng Teguh Santoso.





(REN)