Rilis pers gempa Bali di Gedung BMKG, Jakarta. (Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar)
Rilis pers gempa Bali di Gedung BMKG, Jakarta. (Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar)

BMKG Akan Tambah Alat Pendeteksi Tsunami

Nasional tsunami gempa bumi
M Sholahadhin Azhar • 16 Juli 2019 16:22
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan menambah alat pendeteksi tsunami, berupa sensor seismograf untuk ditempatkan di dekat laut. Saat ini, BMKG baru memiliki 175 unit sensor.
 
"Tahun ini kemungkinan akan kita tambah, kurang lebih 194 unit," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Kantor BMKG, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
 
Penambahan alat diharapkan mampu mendeteksi ancaman lebih cepat. Rahmat mengungkap keterbatasan alat membuat potensi tsunami tak lekas diketahui. Secara standar BMKG baru mendapatkan peringatan tsunami setelah lima menit peristiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Gempa Maluku dan Bali Tak Berkaitan
 
Kendati demikian, Rahmat menyebut penambahan alat tak hanya menarget kecepatan. BMKG ingin agar informasi terkait tsunami bisa lebih tepat sasaran.
 
Artinya, akurasi juga dikedepankan dalam penambahan alat tersebut. BMKG sebagai pusat data yang terkonfirmasi sebisa mungkin tak memberikan info invalid kepada masyarakat.
 
"Tidak hanya cepat, akuratnya juga harus meningkat. ini yang rencananya tahun ini harus terealisasi. Sensor seismograf," pungkas dia.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif