Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Gempa Jakarta Ubah Sikap Sutopo

Nasional obituari
Yogi Bayu Aji • 07 Juli 2019 12:06
Jakarta: Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho syok berat ketika mengetahui menderita kanker. Namun, rentetan gempa di Jakarta mengubah sikapnya.
 
Sutopo divonis terjangkit kanker paru-paru stadium 4B pada Januari 2018. Kala itu, kanker sudah menyebar sampai tulang hingga kelenjar getah beningnya. Dia pun heran mengapa sampai menderita penyakit separah itu.
 
Jebolan Universitas Gajah Mada dan Institut Pertanian Bogor itu mengaku selalu hidup sehat dengan tidak merokok, mengonsumsi sayur, hingga rutin berolahraga. Anggota keluarganya juga tidak ada yang memiliki riwayat kanker.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rasa syok akan penyakit ini memengaruhi Sutopo. Bila biasanya sigap menanggapi pertanyaan soal bencana, dia sempat membiarkan telepon-telepon dari media terus berdering.
 
"Gempa Jakarta saya enggak keluarkan statement apa-apa," kata Sutopo dalam Newsmaker Medcom.id yang tayang pada Kamis, 1 November 2018.
 
Namun, kala itu, dia melihat di dunia maya banyak informasi simpang siur mengenai gempa yang melanda Ibu Kota di awal 2018. Kejadian ini akhirnya menyadarkan Sutopo.
 
"Saya lihat di media info tak utuh, ada hoaks banyak sekali. Akhirnya saya terima sakit saya. Saya tetap layani," jelas dia.
 
Suami dari Retno Utami Yulianingsih itu menilai kanker yang dideritanya adalah takdir yang sudah ditetapkan Ilahi. Dia hanya bisa pasrah sembari terus mengabdikan diri kepada publik.
 
"Makna hidup bukan panjang pendek usia, tapi seberapa besar memberikan manfaat kepada masyarakat," jelas dia.
 
Baca: Di Balik Jabatan Tangan Sutopo dan Jokowi
 
Dia pun terus semangat agar bisa tetap menemani kedua anaknya, Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho. Penyakit pun tak bisa menghentikan Sutopo sebagai 'pejuang' dalam menginfokan seputar bencana.
 
"Tugas saya sebagai humas, saya melayani masyarakat dalam bencana. Harus tampil, itu saya anggap sebagai ibadah," tegas Sutopo.
 
Kini Sutopo telah berpulang ke Sang Khalik. Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), 7 Oktober 1969 itu mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 7 Juli 2019, pukul 02.00 waktu Guangzhou, Tiongkok, dalam proses perawatan.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif