Massa aksi penolak UU Ciptaker saat bentrok dengan kepolisian. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Massa aksi penolak UU Ciptaker saat bentrok dengan kepolisian. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

3 Berita Populer Nasional, Perusuh Dipulangkan Hingga Jokowi Siap Terima Risiko UU Ciptaker

Nasional Virus Korona Kabinet Jokowi-Maruf presiden jokowi vaksin covid-19 Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja
Surya Perkasa • 22 Oktober 2020 08:21
Jakarta: Sejumlah peristiwa nasional pada Rabu, 21 Oktober 2020, menjadi sorotan publik. Peristiwa yang menarik perhatian publik mulai perusuh dipulangkan hingga kebijakan serta sikap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin soal vaksin covid-19 dan Undang-Undang Cipta Kerja.
 
Berikut tiga berita terpopuler kanal nasional Medcom.id yang paling banyak dibaca:

1. 33 Orang Diduga Kelompok Anarko Dipulangkan

Sebanyak 33 orang diduga anggota kelompok anarko yang ditangkap saat demo penolakan Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), Selasa, 20 Oktober 2020 telah dipulangkan. Mereka sempat digelandang ke Polda Metro Jaya karena diduga ingin membuat demo di kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, kisruh.
 
Selengkapnya baca di sini.

2. Politik Luar Negeri Jokowi-Ma'ruf Soal Vaksin Dinilai Tak Egois

Politik luar negeri pemerintahan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) terkait pengadaan vaksin tak hanya mementingkan kebutuhan domestik. Indonesia dinilai turut memperjuangkan akses vaksin bagi seluruh negara terdampak covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tidak hanya tengah menyiapkan vaksin bagi kebutuhan dalam negeri, namun turut berperan dalam penyediaan vaksin bagi dunia," kata Anggota Komisi I DPR Willy Aditya kepada Medcom.id, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Selengkapnya baca di sini.

3. Menaker: Presiden Tak Main Aman

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyebut Undang-Undang Cipta Kerja merupakan terobosan yang digagas Presiden Joko Widodo untuk melakukan perubahan saat dilantik pada periode keduanya. Jokowi tak gentar meskipun UU itu mendapat banyak penolakan.
 
Menurut dia, Jokowi bisa saja memilih kebijakan yang lebih tenang di periode keduanya. Namun, Jokowi tak melakukan itu lantaran ingin menorehkan prestasi yang baik.
 
Baca selengkapnya di sini.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif