Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Medcom.id
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Medcom.id

Produksi Alat Pendeteksi Awal Omicron Rampung Akhir Januari

Nasional kemenkes tes PCR Omicron Varian Omicron
Antara • 18 Januari 2022 18:50
Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan produksi alat S-Gene Target Failure (SGTF) rampung akhir Januari 2022. Alat tes PCR itu bisa mendeteksi virus dalam 4-6 jam sebagai indikasi awal covid-19 varian Omicron.
 
"Sekarang sudah kita siapkan mudah-mudahan bisa selesai produksinya akhir bulan ini. Nanti itu kita sebar," kata Budi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Januari 2022.
 
Budi mengatakan alat SGTF merupakan solusi tes cepat terhadap indikasi Omicron di Indonesia. Sebab, alat genome sequencing relatif mahal serta membutuhkan hasil lebih lama, yakni berkisar enam hingga tujuh hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Genome sequencing itu hanya ada di 12 laboratorium dan sekali tes satu reagennya Rp5 juta sampai Rp6 juta," beber dia.
 
Budi mengatakan laporan yang relatif lama dari hasil genome sequencing lantaran jumlah laboratorium khusus di Indonesia hanya 12 unit dengan jumlah alat tes 15 unit. Sedangkan, penggunaan alat tes PCR membutuhkan biaya berkisar Rp300 ribu per sampel dengan jumlah laboratorium pemeriksaan mencapai 1.100 unit di Indonesia.
 
"Nah sekarang pertanyaannya apakah kita mau gunakan genome sequencing? Sebenarnya tidak perlu secara epidemiologis," kata dia.
 
Budi mengatakan metode genome sequencing diperlukan untuk melihat pola penyebaran varian covid-19 dan melakukan upaya pencegahan dini. Dia menyebut genome sequencing dipakai saat awal kasus Omicron di Indonesia.
 
"Tapi kalau nanti semuanya sudah seperti Delta, ya sudah pakai tas PCR saja," kata dia.
 
Budi menuturkan metode deteksi covid-19 menggunakan tes antigen maupun PCR masih efektif. Dia mengakui tes PCR masih lebih bagus.
 
"Karena gold standard. Baik antigen maupun PCR terkonfirmasi masih bisa dan masih baik untuk mendeteksi virus covid-19 apa pun variannya," kata dia.
 
Namun, untuk memisahkan varian Alfa, Beta, Delta, Gamma, atau Omicron perlu dibedakan memakai alat genome sequencing. "Tapi tetap karena sekarang kita pakai genome sequencing berat, sekarang sudah ada variasi tes PCR yang namanya SGTF yang bisa mendeteksi mutasi tertentu yang unik seperti Omicron," papar dia.
 
Baca: 567 Pelaku Perjalanan Luar Negeri Masuk Jakarta Positif Omicron
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif