Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM). Antara/Okky Lukmansyah
Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM). Antara/Okky Lukmansyah

Editorial Media Indonesia

Jangan Paksa PTM, Sayangi Nyawa Anak

Nasional kpai Virus Korona Media Indonesia Media Group pandemi covid-19 Pembelajaran Tatap Muka ppkm
MetroTV • 22 Juni 2021 11:57
Jakarta: Wacana terkait kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 banyak menuai kontroversi. Beragam kemungkinan buruk dapat terjadi jika PTM tetap dilaksanakan karena kondisi pandemi yang semakin melesat tinggi.
 
Anggota Dewan Redaksi Media Group, Elman Saragih, menilai pemerintah sebaiknya tak menyerahkan kewenangan menentukan PTM pada pihak sekolah. Pemerintah harus tegas membatalkan PTM.
 
“Konvensi hak anak harus mengutamakan hak hidup menjadi nomor satu, hak sehat nomor dua, dan hak pendidikan di nomor tiga," kata Elman pada program Editorial Media Indonesia edisi Butuh Kolaborasi Selamatkan Anak di Metro TV, Selasa, 22 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut angka kematian anak yang terpapar covid-19 sudah mencapai level tertinggi, yakni 3-5 persen. Di mana pada 50 persen angka tersebut dipegang oleh kategori usia balita.
 
Baca: Nadiem: Kalau PPKM, PTM Terbatas Dihentikan
 
Elman mengakui tidak sedikit masyarakat beropini pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan mengakibatkan anak kehilangan minat dan mutu belajar. Namun, lanjut Elman, masalah pendidikan masih bisa dikejar jika keselamatan anak terjamin.
 
Sebelumnya, Komisioner KPAI, Retno Listyarti, mendesak PTM dibatalkan. Retno khawatir PTM membahayakan nyawa anak jika melihat kondisi pandemi nasional belakangan. Apalagi, keterisian tempat tidur rumah sakit semakin menipis. (Nadia Ayu)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif