Juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam telekonferensi, Minggu, 3 Januari 2021. Foto: Dok Kemenkes
Juru bicara vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam telekonferensi, Minggu, 3 Januari 2021. Foto: Dok Kemenkes

Efektivitas Vaksin Tak Terpengaruh Keterlambatan Vaksinasi Dosis Kedua

Nasional Virus Korona vaksinasi covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Fachri Audhia Hafiez • 05 Agustus 2021 08:28
Jakarta: Juru bicara vaksinasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan keterlambatan vaksinasi covid-19 dosis kedua tak berpengaruh pada efektivitas vaksin. Namun, jarak keterlambatan itu harus masih dalam tahap wajar sesuai rekomendasi ahli.
 
"Masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan virus," kata Nadia melalui keterangan tertulis, Kamis, 5 Agustus 2021.
 
Nadia menuturkan jarak penyuntikan dosis satu ke kedua Vaksin Sinovac ialah 28 hari. Sementara itu, Vaksin AstraZeneca dua sampai tiga bulan. Penyintas covid-19 dapat divaksinasi setelah tiga bulan sembuh. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis satu sebelum dinyatakan positif, bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah tiga bulan sembuh. Mereka tidak perlu mengulangi penyuntikan dosis satu.
 
Baca: Nyaris 3 Juta Orang di DKI Terima Vaksin Lengkap
 
Nadia tak menampik kemungkinan keterlambatan vaksinasi karena masalah ketersediaan stok. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menunggu untuk disuntikkan vaksin.
 
"Ada beberapa daerah yang terlambat menerima vaksin untuk penyuntikan dosis kedua," ujar Nadia.
 
Pemerintah telah mendistribusikan 86.253.981 dosis vaksin ke 34 provinsi. Sebanyak 67.884.947 dosis vaksin sudah digunakan. 
 
Vaksinasi menjadi upaya tambahan mencegah penularan covid-19, selain disiplin protokol kesehatan. Vaksinasi akan membentuk herd immunity untuk menghentikan penularan covid-19 di tengah publik.

Vaksin untuk Indonesia


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif