Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta. MI/M Irfan.
Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta. MI/M Irfan.

Pemerintahan Dinilai Berhasil Bebaskan 2 Juta Jiwa dari Kemiskinan

Nasional kemiskinan
Faisal Abdalla • 16 Januari 2019 04:51
Jakarta: Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menilai pemerintahan Joko Widodo berhasil menjalankan program penanggulangan kemiskinan. Pemerintahan Jokowi dianggap berhasil membebaskan 2,06 juta jiwa dari zona kemiskinan dalam kurun waktu empat tahun.
 
“Usaha melepaskan kemiskinan untuk seluruh rakyat Indonesia menunjukan hasil yang positif. Penurunan kesenjangan pendapatan pun akan mendekatkan pada kehidupan yang berkeadilan," kata Arif di Jakarta, Selasa, 15 Januari 2019.
 
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin pada September 2014 sebesar 27,73 juta jiwa. Adapun jumlah penduduk miskin pada September 2018 turun menjadi 25,67 juta jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BPS juga mengumumkan tingkat kemiskinan berkisar di angka 9,66 persen per September 2018. Angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan kondisi pada September 2017 yakni sebesar 10,12 persen.
 
Arif mengatakan penurunan tingkat dan jumlah orang miskin per September 2018 merupakan bukti komitmen pemerintah dalam rangka menyejahterakan rakyat. Selain itu, dia menegaskan pemerintah bertekad kuat mengentaskan kemiskinan dengan terus meningkatkan besaran anggaran perlindungan sosial.
 
Pada 2015 pemerintah menetapkan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp249,7 triliun. Pada 2018, pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp291,7 triliun, atau meningkat sebesar 16,82 persen.
 
Anggaran tersebut disalurkan melalui beragam program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Rastra (bantuan pangan non-tunai), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Bantuan Operasional Sekolah dan Kesehatan, dan Kredit Usaha Rakyat.
 
Selain itu, Arief juga menilai pemerintah terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat dengan menjaga stabilitas harga pangan. Upaya ini menunjukan hasil positif yang dibuktikan dengan nilai inflasi yang terus terjaga selama empat tahun terakhir.
 
“Dapat dibayangkan apabila kebijakan dan komitmen ini terus berlangsung. Berapa banyak jiwa yang bisa terlepas dari kemiskinan dan ini menjadi fokus utama ke depannya,” jelas Arif.
 
Namun demikian, Arif tetap mengingatkan pemerintahan Jokowi tak terlena dengan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai. Pemerintah diminta terus memperbaiki program-program pengentasan kemiskinan dengan mengatasi sejumlah permasalahan yang ada, seperti pengawasan dan evaluasi untuk meningkatkan ketepatsasaran program bagi rakyat miskin.
 
“Melakukan pengawasan dan evaluasi sistem penentuan target penerima program bantuan sosial juga perlu untuk dijalankan sehingga tata kelola bisa berjalan berkesinambungan,” pungkasnya.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif