Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Irfan Pulungan menunjukkan bukti cuitan dan surat laporan di Bareskrim Polri, (3/1). Foto: Ilham P
Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Irfan Pulungan menunjukkan bukti cuitan dan surat laporan di Bareskrim Polri, (3/1). Foto: Ilham P

Andi Arief Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019 hoax
Ilham Pratama Putra • 03 Januari 2019 20:06
Jakarta: Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh tim advokat TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Laporan terhadap Andi Arief tertuang dalam laporan polisi nomor: LP/B/0013/1/2019/Bareskrim tanggal 3 Januari 2019.
 
"Kami hadir merasa berkepentingan, karena penyebaran rekaman suara, dan cuitan dari salah seorang dewan pengurus Partai Demokrat, menurut kami Menimbulkan suasana kegaduhan, kebencian, dan ketakutan di masyarakat," kata Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Irfan Pulungan, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Dalam laporan tersebut, Irfan menyerahkan bukti berupa tiga rekaman suara berbeda soal informasi hoaks dan tangkapan layar dari cuitan akun Twitter Andi Arier, @AndiArief_. Dia mempertanyakan, sumber cuitan Andi Arief.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Cuitannya itu kalimat bertanya, tapi dapat sumber dari mana. Cuitan tersebut dan berita di medsos harus disinkronkan dengan rekaman suara," ujar Irfan.
 
Dia mengatakan, Andi menyebut mendapat informasi dari grup WhatsApp. Sehingga, kata dia, penyidik perlu memeriksa grup WhatsApp tersebut.
 
"Nah itu sumbernya siapa itu. Kasus ini bisa saja terungkap dari grup WA-nya dia (Andi Arief) itu. Saya rasa Polri punya alat yang canggih untuk melacak itu," ungkapnya.
 
Irfan berharap, laporannya bisa segera selesai dan disidangkan. Lantaran dianggap menganggu stabilitas demokrasi. "KPU juga menyatakan itu tidak benar. Jadi kita lawan lah. Jangan memberi keresahan pada publik," pungkas Irfan.
 
Dalam laporan polisi tersebut, terlapor disebut pelaku pembuat rekaman dan akun Twitter @AndiArief_. Para terlapor diduga telah melanggar Pasal 517 tentang Pemilihan Umum, Pasal 14 jo Pasal 15 tentang Penyebaran berita bohong, Pasal 27 dan Pasal 45 tentang Pencemaran Nama Baik dan UU ITE.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif