Plt Badan Pembinaan Idelogi Pancasila Hariyono saat mengunjungi perkampuangan Pancasila di Karawaci, Tangerang. Medcom.id/Cindy Ang.
Plt Badan Pembinaan Idelogi Pancasila Hariyono saat mengunjungi perkampuangan Pancasila di Karawaci, Tangerang. Medcom.id/Cindy Ang.

Pengamalan Pancasila Lindungi Masyarakat dari Terorisme

Nasional pancasila
Cindy • 15 Februari 2019 07:30
Tangerang: Plt. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Hariyono menilai pengamalan Pancasila dapat melindungi masyarakat dari ancaman narkoba hingga terorisme. Ancaman itu dapat dihindari jika masyarakat saling peduli terhadap sekitar.
 
"Jika bisa saling akrab dan peduli lingkungan, maka bangsa pun bisa kokoh dari ancaman itu. Tinggal bagaimana masyarakat menerapkan nilai-nilai (Pancasila)," kata Hariyono di Karawaci, Tangerang, Kamis, 14 Februari 2019.
 
BPIP baru saja mengunjungi tiga perkampungan Pancasila di Karawaci, Tangerang. BPIP melihat bagaimana masyarakat di Kampung Inovasi Hidroponik, Kampung Gendreng Pulo dan Kampung Markisa, Karawaci, Tangerang, mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hariyono menjelaskan makna sila pertama dalam Pancasila yaitu ketuhanan Yang Maha Esa. Menurutnya, pengamalan sila pertama membuat masyarakat peduli terhadap keberagaman agama. Sehingga, masyarakat menghormati agama dan kepercayaan masyarakat lain.
 
"Walau ada warga mayoritas Buddha di Kampung Grendeng Pulo atau warga mayoritas Muslim di Kampung Markisa, tidak menimbulkan masalah. Malah bisa gotong royong memajukan kampungnya," tutur Hariyono.
 
Sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab, membuat masyarakat peduli terhadap sesama. Masyarakat yang telah lebih dulu menjalankan program pola hidup bersih dan sehat dapat mengedukasi masyarakat lain.
 
Sedangkan Persatuan Indonesia dapat diterapkan lewat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Masyarakat bisa bergotong royong membersihkan lingkungan mereka.
 
"Kampung-kampung ini yang peduli terhadap lingkungan menjadi jejaring yang menyatukan kita," kata Hariyono.
 
Sementara untuk sila keempat dan kelima menandakan demokrasi tak lagi melihat suara terbanyak. Serta keadilan pun dapat diterapkan lewat musyawarah.
 
"Bisa lihat dari kampung-kampung ini, awalnya kan ide kelompok kecil bahkan perseorangan. Musyawarah dan melihat kualitas yang bisa mensejahterakan masyarakat," tutupnya.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif