BIN Sebut Embrio Terorisme Ada di NTT
Ilsutrasi. Medcom.id/Rizal.
Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) Daeng Rosada mengungkapkan embrio terorisme sudah ada di NTT sejak beberapa tahun terakhir. Embrio terorisme muncul sejak polisi menangkap Syamsudin Uba dan Zakaria Kiri, dua orang dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pada 2015 di Kabupaten Alor.
 
BIN minta Kementerian Hukum dan HAM untuk mengkaji lagi pengiriman napi teroris (napiter) ke sejumlah lembaga pemasyarakatan (LP) di Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
"Kalaupun NTT harus dikirimi kembali (napi teroris) jangan ditempatkan di Alor karena embrionya sudah ada," kata Daeng Rosada dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 25 Mei 2018.
 
Hal itu diungkapkan Daeng Rosada saat rapat bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Danrem 161 Wirasakti Kupang Brigjen Teguh Muji Angkasa, dan Kapolda NTT Irjen Raja Erizman.
 
Terkait dengan isu terorisme, Rosada mengatakan, 10 napiter saat ini menjalani hukuman di lima LP. Keberadaan mereka perlu diwaspadai sehingga tidak memengaruhi napi lainnya atau mengundang jaringan teroris masuk ke wilayah NTT.

Baca: Densus 88 Tangkap Teroris Jaringan Santoso di NTT

Menurutnya, pengawasan terhadap pelaku teror terkendala lantaran geografis NTT yang merupakan daerah kepulauan. Diakui, mengubah ideologi napiter relatif sulit kendati mereka sudah menjalani hukuman selama bertahun-tahun di penjara.
 
Dicontohkan seorang napiter bernama Iskandar bebas dari LP Penfui Kupang pada 2016 dan dikembaliken ke Bima, NTB. Namun, pada Juli 2017, Iskandar ditangkap di Bekasi dan ditahan bersama napiter lainnya di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Keberadaan kelompok radikal ini, menurut Rosada, dapat berkembang menjadi potensi konflik sehingga perlu diwaspadai.
 
Pada kesempatan itu, Gubernur NTT Frans Lebu Raya minta warga yang pergi beribadah di gereja maupun di masjid tidak membawa tas yang mengundang kecurigaan aparat keamanan. "Kita harus mencegah kejadian yang pernah terjadi di tempat lain, tidak boleh terjadi di NTT," katanya.






(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id