Komisi X Minta Penjelasan Kepala Perpusnas Soal Hasil Pemeriksaan BPK

Anggi Tondi Martaon 24 Mei 2018 13:07 WIB
berita dpr
Komisi X Minta Penjelasan Kepala Perpusnas Soal Hasil Pemeriksaan BPK
Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto (Foto:Dok)
Jakarta: Komisi X DPR RI minta penjelasan Kepala Perpustakaan Nasional M Syarif Bando terkait Laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK Semester II Tahun 2017, serta penjelasan terhadap berbagai temuan BPK RI. 

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI Djoko Udjianto di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

“Temuan-temuan itu utamanya terkait dengan sistem pengendalian intern (SPI) dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dari beberapa temuan tersebut,” RI Djoko Udjianto.


Politikus Demokrat itu menyebutkan, diharapkan laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK dapat meningkatkan daya serap anggaran kwartal I APBN TA 2018. Penyerapan pun diharapkan lebih baik daripada tahun sebelumnya.

“Melalui berbagai langkah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas APBN 2018 daya serap yang tinggi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Karenanya diperlukan percepatan pelaksanaan kinerja dan percepatan penyerapan anggarannya,” ungkapnya.

“Pelaksanaan program dan anggaran harus transparan, akuntable, dan berdasarkan ketentuan. Komisi X ingin mendapatkan penjelasan dari sisi perencanaan dan pelaksanaan permasalahan dan penanganannya serta realisasi target kwartal I,” tegas Djoko.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas M Syarif Bando menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan atas tindak lanjut Hasil Pemeriksaan BPK sampai dengan Semester II Tahun 2017, ada sebanyak 16 rekomendasi yang telah ditindaklanjuti dari 20 rekomendasi atau 80%. 4 rekomendasi masih dalam proses tindak lanjut.

“Nilai temuan yang direkomendasikan untuk disetor ke Kas Negara sebesar Rp1.334.005.999,01 dan telah ditindaklanjuti sebesar Rp1.309.176.999,01, atau 98 persen. Sisa temuan kerugian negara sebesar Rp24.829.000 merupakan denda keterlambatan yang belum terdapat perhitungan dan penyelesaian pekerjaannya,” paparnya.

Atas hasil pemantauan tersebut, Syarif telah mengambil beberapa langkah diantaranya adalah menginstruksikan kepada pengelola persediaan untuk melakukan stock opname barang persediaan secara periodik dan membuat berita acara di setiap akhir semester.



(ROS)