Permintaan THR oleh Ormas Dinilai Tidak Etis
Menteri Dalam Negeru Tjahjo Kumolo di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 28 Mei 2018. Foto: Medcom.id/ M Sholahadhin Azhar..
Jakarta: Permintaan Tunjangan Hari Raya (THR) dari Organisasi Masyarakat (Ormas) terhadap sejumlah pihak di Jakarta Utara dianggap tak etis. Lantaran masih banyak golongan masyarakat lain yang lebih membutuhkan.

"Menurut saya ormas kok tidak etis ya karena masih banyak organisasi atau kelompok yang lebih berhak, layak, seperti yayasan yatim piatu misalnya," kata Menteri Dalam Negeru Tjahjo Kumolo di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin, 28 Mei 2018.

Baca: Ormas Tak Berhak Minta THR


Beberapa hari lalu beredar gambar dan video terkait permohonan THR dari Forum Betawi Rempug (FBR) Kelapa Gading kepada beberapa pengusaha. Tjahjo menyebut, sebaiknya permintaan THR jangan dibuat menjadi sebuah gerakan.

"Kami mengimbau jangan dipolakan menjadi sebuah gerakan. Soal perusahaan, pemda, perorangan, mengalokasikan kegiatan untuk memberikan THR kepada yatim piatu, kelompok masyarakat, itu sah-sah saja," jelas Tjahjo.

Lebih lanjut ia menyebut seharusnya aturan pemberian THR dikembalikan ke aturan daerah. Sebab tak ada kewajiban bagi instansi dan pengusaha memberi tunjangan hari raya kepada ormas. "(Kembali) ke masing-masing daerah. Tidak merupakan keharusan harus memberi. Kan namanya sukarela," tandas Tjahjo.

Baca: Bamsoet Ingin Ormas yang Memaksa Minta THR Ditindak



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id