NEWSTICKER
Ilustrasi Polri. Medcom.id
Ilustrasi Polri. Medcom.id

IPW: Ironis, Polwan Terjangkit Radikalisme

Nasional terorisme radikalisme
Cindy • 07 Oktober 2019 15:57
Jakarta: Polri diminta memperketat sistem rekrutmen calon anggotanya. Kasus Bripda Nesti Ode Samili yang terpapar radikalisme tidak boleh terulang.
 
"Hal itu (kasus radikalisme) menjadi sesuatu yang ironis, mengingat masuk polisi proses seleksinya cukup ketat," kata Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane di Jakarta, Senin, 7 Oktober 2019.
 
Bripda Nesti ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Salatiga, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Nesti diduga terlibat jaringan terorisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Neta menilai harus ada evaluasi dalam sistem rekrutmen di kepolisian. Polri tak boleh goyah menghadapi radikalisme.
 
Kelompok terorisme akan semakin kuat bila benteng terdepan dari keamanan negara tersusup paham radikal. Neta meminta Polri memperhatikan hal tersebut secara serius.
 
"Ini fakta yang sulit diingkari mengingat sangat agresifnya kelompok-kelompok radikal menyosialisasikan gerakan dan pemikirannya," ucap Neta.
 
Menurut Neta, gerakan radikal juga banyak menyusup di media sosial. Sehingga, tidak menutup kemungkinan adanya anggota Polri yang terjaring paham radikal.
 
"Dengan berbagai cara mereka menyusup dan masuk ke kelompok atau komunitas-komunitas masyarakat yang dianggap potensial, baik dari sisi pengaruh, dari sisi ekonomi maupun dari sisi bisa diperalat jadi martir maupun pengantin," ujar dia.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif