NEWSTICKER
Warga mengantre untuk membeli beras dan gula pasir saat digelar operasi pasar murah di halaman Kantor Bulog Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 21 Maret 2020. Foto: Antara/Zabur Karuru
Warga mengantre untuk membeli beras dan gula pasir saat digelar operasi pasar murah di halaman Kantor Bulog Jatim, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 21 Maret 2020. Foto: Antara/Zabur Karuru

Panic Buying Harus Dihentikan

Nasional Virus Korona
Candra Yuri Nuralam • 22 Maret 2020 13:43
Jakarta: Pemerintah diminta membuat kebijakan untuk mengatasi panic buying di tengah mewabahnya virus korona (convid-19). Warga tak boleh dibiarkan memborong barang yang dibutuhkan orang banyak.
 
"Harus ada himbauan pembatasan belanja masyarakat, namun harus jamin bahwa pasokan aman," kata Ketua Pusat Krisis Universitas Indonesia (UI) Dicky Pelupessy di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Minggu, 22 Maret 2020.
 
Menurut dia, pemerintah harus transparan soal harga pangan di masyarakat. Selain itu, stok pangan harus memadai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah, kata dia, harus bisa menggandeng pedagang. Mereka harus dihimbau tidak menaikkan harga barang.
 
"Ini perlu diikuti dengan sanksi tegas apabila ada pelanggaran (menaikkan barang) sesuai levelnya," ujar Dicky.
 
Di samping itu, pemerintah perlu membuat wadah bagi para pedagang untuk bisa berkomunikasi. Dalam hal ini, pemerintah tidak boleh mengabaikan suara pedagang di lapangan.
 
<i>Panic Buying</i> Harus Dihentikan
Grafis Medcom.id
Baca: Pembatasan Pembelian Bahan Pokok Redam Panic Buying
 
Komunikasi dengan pedagang diperlukan untuk memberikan batasan pembelian. Harus ada peraturan larangan pemborongan bahan pokok, obat, masker, hingga cairan pembersih tangan.
 
Nasib masyarakat kelas menengah bawah juga harus diperhatikan. Dicky tidak ingin mereka tak bisa membeli bahan pokok akibat imbas kepanikan karena virus korona.
 
"Pemerintah harus bisa menginisiasi lembaga kredibel di mana orang secara kelompok bisa menyumbang terkumpulnya bahan pangan yang bisa dibagikan ke orang-orang yang membutuhkan," ucap Dicky.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif