NEWSTICKER
Ilustrasi/Tech Spot.
Ilustrasi/Tech Spot.

Hasil Tes Cepat Korona Disebar ke RS dan Dinkes

Nasional Virus Korona virus corona
Cindy • 21 Maret 2020 03:36
Jakarta: Hasil rapid test korona atau tes cepat, bakal dikirim ke rumah sakit (RS) tempat pasien dirawat. Prosedur ini dilakukan untuk semua kasus baru.
 
"Karena ini hak pasien untuk tahu sehingga dokter penanggung jawab pasien bisa beri tahu pasiennya," kata juru bicara pemerintah untuk penanggulangan korona, Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Jumat, 20 Maret 2020.
 
Baca:Tes Cepat Korona Perdana Gunakan 520 Alat

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain ke RS, data itu akan dikirim ke Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Sesuai alamat dan identitas pasien.
 
Data ini bakal memudahkan Dinkes melakukan tracing (pencarian jejak kontak pasien selama 14 hari). Mereka yang melakukan kontak langsung dengan pasien, bisa segera diperiksa.
 
"Ini upaya kita mencari, menemukan dan mengisolasi kasus positif supaya tidak menyebar," ucap Yurianto.
 
Yuri mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak sosial atau social distancing. Cara ini disebut paling efektif dan mudah untuk mengurangi penularan Covid-19.
 
"Semua bisa melaksanakan untuk mengurangi terjadinya penularan dari orang yang sakit kepada kita. Jaga jarak dan tetap tenang," imbuhnya.
 
Jumlah pasien positif korona kembali bertambah. Total ada 60 kasus baru hingga Jumat sore, 20 Maret 2020. Sebelumnya 309 kasus bertambah menjadi total 369 kasus.
 
Penambahan kasus positif terbanyak ada di DKI Jakarta, yakni 32 orang, Kalimantan Timur tujuh orang, Jawa Timur enam orang, Bali tiga orang Kalimantan Tengah dan Banten masing-masing dua orang, Jawa Barat dan Kepulauan Riau masing-masing satu orang, serta dalam proses investigasi sebanyak enam orang.
 
Kemudian jumlah pasien sembuh bertambah satu orang berasal dari DKI Jakarta. Total pasien sembuh secara nasional mencapai 17 orang.
 
Sementara pasien yang meninggal bertambah tujuh orang, yakni satu orang di DKI Jakarta, dan enam orang di Jawa Barat. Total pasien meninggal 32 orang.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif