Menteri LHK Siti Nurbaya (kanan). Foto: KLHK
Menteri LHK Siti Nurbaya (kanan). Foto: KLHK

Covid-19 Buat Dunia Berpikir Ulang Soal Lingkungan

Nasional lingkungan hidup
Media Indonesia • 06 Juni 2020 21:45
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat pandangan dunia atas lingkungan berubah. Penyakit yang disebabkan virus korona baru ini membuat manusia harus melakukan penyesuaian-penyesuaian yang mendorong pada kehidupan yang lebih ramah lingkungan.
 
"Kita tidak dapat kembali ke kenormalan sebelumnya karena sistem sebelumnya tidak dapat lagi dipertahankan akibat covid-19. Kehidupan yang lebih ramah lingkungan harus kita mulai," kata perwakilan dari Youth Community, Yugratna Srivasta, pada Global Landscapes Forum (GLF) Bonn 2020 Digital Summit yang dilakukan melalui video konferensi, Jumat, 5 Juni 2020 malam.
 
Pada sesi penutupan forum yang bertajuk "Building the Future We Want – Green Recovery from COVID-19", para panelis sepakat untuk mencari banyak peluang untuk keluar dari pandemi. Seperti, mencari stimulus ekonomi dan reformasi kebijakan. Hal ini dilakukan untuk mendukung ekonomi hijau dan mencari solusi berbasis alam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para panelis juga sepakat untuk mengeksplorasi hubungan antara pemulihan ekonomi berkelanjutan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.
 
Indonesia yang diwakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, sepakat dengan keputusan itu. Bahkan, kata Siti, sejak wabah dimulai, Indonesia sudah memutuskan untuk memfokuskan ulang anggaran nasional. Anggaran negara diproritaskan untuk jaring pengaman sosial dari dampak buruk covid-19.
 
Dalam konteks lingkungan, Indonesia juga tetap bekerja melindungi hutan dari perambahan. Termasuk, terus meningkatkan langkah-langkah penegakan hukum.
 
"Indonesia terus berupaya menjaga kawasan dan lingkungan sebaik-baiknya. Kami juga berupaya agar terhindar dari ekosida (perusakan terhadap lingkungan). Di sisi lain, kita juga mendorong prinsip keadilan restoratif," ujar dia.
 
Baca:Indonesia Diminta Tak Mengendurkan Regulasi Soal Lingkungan
 
Menurut Siti, pandemi covid-19 merupakan persoalan multifaset. Persoalan ini perlu ditangani dengan penegasan orientasi pembangunan berkelanjutan, inklusif, seraya membangun kohesi sosial masyarakat dalam solidaritas global.
 
"Indonesia menyambut kerja sama yang lebih erat. Kami memastikan untuk tetap memperhatikan masyarakat baik dalam hal kesehatan, pangan, dan ekonomi. Sambil terus mengelola hutan dan bentang alam secara berkelanjutan menuju masa depan yang kita inginkan," kata Siti dalam sambutan penutupnya.
 
Di forum itu, CEO dan Ketua Fasilitas Lingkungan Global (GEF) Naoko Ishii menyatakan ketidakseimbangan ekosistem merupakan akar masalah merebaknya pandemi covid-19. Ia mendorong warga dunia untuk berpikir ulang soal sistem pangan.
 
"Kita harus memfokuskan diri pada transformssi sistem pangan sebagai dampak covid-19 dengan meningkatkan kemitraan di sepanjang rantai pasokan pangan," katanya.
 
Perwakilan dari Konvensi PBB untuk Memerangi Kekeringan Akut (UNCCD), Ibrahim Thiaw, menyatakan bahwa perlu kerja sama yang semakin erat di tingkat internasional. "Kita tidak dapat mengatasi masalah dunia, terutama terkait covid-19, tanpa dukungan semua pihak," katanya.
 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif