Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Medcom.id/Yurike Budiman
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Medcom.id/Yurike Budiman

Pemerintah Sebut Urusi Wartawan Kontak dengan Menteri Budi

Nasional Virus Korona
Yurike Budiman • 17 Maret 2020 12:13

Jakarta: Virus korona (covid-19) yang menjangkiti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuat panik sejumlah pihak. Tak terkecuali pewarta yang sehari-hari meliput kegiatan Budi.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, mengakui beberapa orang yang 'pernah merasa kontak dekat' perlu memeriksakan diri. Namun, dia meminta semua pihak tetap tenang.

"Tetapi tidak kemudian dengan cara yang terburu-buru sehingga kemudian ramai-ramai datang ke rumah sakit, sampai rumah sakitnya bingung," kata Yuri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Utara, Senin, 16 Maret 2020.

Yuri menuturkan kebanyakan pewarta datang tanpa keluhan. Dia memaklumi ketakutan dan kekhawatiran di tengah wabah korona ini.

Namun, dia mengingatkan seseorang tidak bisa langsung meminta tes swab (pengambilan sampel cairan saluran napas).Dia menjelaskan seseorang yang datang harus berkonsultasi dengan dokter.
 
(Baca: Pemerintah Bantah RS Rujukan Korona Batasi Pasien)

Kemudian, dokter bakal menentukan langkah selanjutnya. “Karena kemungkinan bukan hanya swab yang dibutuhkan oleh dokter untuk melakukan pemeriksaan secara pasti. Mungkin dokter juga perlu mengambil sedikit darah untuk pemeriksaan serum atau pemeriksaan foto rontgen paru-paru, atau dokter juga langsung memutuskan untuk pemeriksaan swab," jelas dia.

Yuri menegaskan swab bukan satu-satuya cara mencari tahu seseorang terjangkit virus korona atau tidak. Dokter juga akan menanyakan para orang dalam pemantauan perihal orang-orang yang dikontak sebagai bagian dari tracing.

"Kami berharap ini dipahami betul. Tidak mungkin penyelesaian ini dengan sebuah kepanikan. Kita (rumah sakit) pasti akan melayani, tidak kemudian menjadi terburu-buru," tutur dia.

Sejumlah pewarta yang sempat kontak dengan Budi Karya Sumadi secara sukarela memeriksakan diri ke rumah sakit. Namun, sejumlah rumah sakit rujukan tak siap sehingga para pewarta diminta pulang.


 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif