Status Tanggap Darurat Sulteng Rampung 11 Oktober 2018

Damar Iradat 07 Oktober 2018 16:38 WIB
Gempa Donggala
Status Tanggap Darurat Sulteng Rampung 11 Oktober 2018
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho - Medcom.id/Deny Irwanto
Jakarta: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, status tanggap darurat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah bakal berakhir pada 11 Oktober 2018. 

"Evakuasi korban akan selesai pada  11 Oktober. Kalau tidak ditemukan akan dinyatakan sebagai korban hilang," kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta, Minggu, 7 Oktober 2018. 

Kendati begitu, Sutopo memastikan, pencarian korban akan tetap dilakukan dengan kondisi terbatas. Pencarian korban tidak melibatkan banyak personel dan peralatan.


Sebab, proses evakuasi 14 hari terhitung lama, dan korban kemungkinan sudah meninggal. Kalaupun korban ditemukan, maka kemungkinan tubuhnya sudah tidak utuh. 

Namun, lanjut Sutopo, sehari sebelum tanggal 11 Oktober, akan ada rapat koordinasi untuk menentukan status tanggap darurat tersebut. Ia juga memastikan, proses evakuasi puing-puing dan pemulihan korban selamat akan tetap dilanjutkan.

(Baca juga: Hunian Sementara untuk Warga Balaroa dan Petobo Segera Dibangun)

Sutopo mendorong agar pemerintah daerah setempat dapat mencari lokasi untuk pemukiman warga. Ia juga mengingatkan agar Pemda setempat mencari lokasi yang tidak rawan bencana.

"Pemda akan cari lokasinya. Para ahli kemudian petakan bagaimana lokasinya. Kita tidak ingin masyarakat direlokasi di tempat yang sama bahayanya," ujar Sutopo.

Hingga Minggu, 7 Oktober 2018 pukul 13.00 WIB, jumlah korban jiwa sudah mencapai 1.763 jenazah. Sementara itu, 2.362 korban masih dirawat di rumah sakit yang tersebar di beberapa titik.
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id