Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam,
Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho - Medcom.id/Candra Yuri Nuralam,

Warga Cisolok Tak Pernah Dapat Pendidikan Kebencanaan

Nasional bencana longsor
Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Januari 2019 11:55
Jakarta: Longsor yang terjadi di Cisolok, Sukabumi pada 31 Desember 2018, hingga Rabu, 2 Januari 2019 menyebabkan 15 orang meninggal dan 20 lainnya hilang.Kepala Pusat Informasi Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banyaknya korban jiwa ini lantaran masyarakat belum paham bagaimana menghadapi bencana.
 
“Menurut pengakuan warga belum mendapat sosialisasi, belum mendapat pendidikan kebencanaaan, belum mengetahui antisipasi apa yang harus dilakukan menghadapi longsor,” tutur Sutopo, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Padahal, Kabupaten Sukabumi tercatat sebagai daerah rawan longsor. Sejak 2009 sampai 2018 terjadi 132 longsor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Longsor menjadi bencana paling sering terjadi di Sukabumi disusul puting beliung dan banjir. “Karena memang daerahnya rawan menengah sampai tinggi,” jelas Sutopo.
 
Sutopo menyebut BNPB tidak punya kewenangan buat memberikan pendidikan kebencanaan. Sebab, BNPB hanya memberikan prediksi mengenai bencana.
 
(Baca juga:Longsor Sukabumi Buntut Alih Fungsi Lahan Konservasi)
 
“Sehingga inilah yang menjadi tugas kami, prediksi sudah disampaikan, tetapi bagi masyarakat yang tinggal di daerah seperti ini, ternyata masih sangat minim mendapatkan informasi terkait ancamannya,” tambah dia.
 
Ia berharap pemerintah lebih peduli untuk memberikan pendidikan kebencanaan. Serta menata kembali wilayah rawan bencana.
 
“Pemda harus betul-betul memerhatikan penataan ruang tadi, terutama pada peta rawan bencana,” tandas dia.
 
Masyarakat juga diminta aktif untuk mencari titik rawan bencana melalui laman resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).Situs bisa diakses di sini.
 
Di sana bisa diunduh peta sekaligus tabel daerah rawan longsor. Data bisa dilihat untuk satu bulan ke depan baik provinsi maupun kabupaten.
 
Ada tiga indikator: merah, kuning, hijau. Merah berarti potensi longsor sedang sampai tinggi, kuning longsor sedang, hijau relatif aman.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif