Butuh 10 Tahun Jadikan Ambon Kota Musik Dunia

Fauzan Hilal 15 November 2018 14:00 WIB
musik
Butuh 10 Tahun Jadikan Ambon Kota Musik Dunia
Pengamat seni musik dan budaya Meynard Reynold Nathanael Alfons - Medcom.id/Fauzan Hilal.
Ambon: Ambisi Pemerintah Kota Ambon menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia dinilai tidak mudah. Butuh waktu 10 tahun untuk mewujudkan hal itu.

Pengamat seni musik dan budaya Meynard Reynold Nathanael Alfons mengatakan, peluang Ambon menjadi kota musik dunia tidak mudah. Estetika dan kehidupan bermusik warga Ambon harus diubah.

"Hal yang paling menantang adalah bagaimana kita mengubah pola pikir masyarakat bahwa musik adalah hidup kita," kata Meynard saat acara Amboina International Bamboo Music Festival 2018, Kamis, 15 November 2018.


Menurutnya, butuh waktu lama menjadikan Ambon kota musik dunia. Ambon membutuhkan ciri khas yang tidak ada di kota lain.

"Ambon butuh infrastruktur pendukung yang oke. Harus ada sosialisasi pada masyarakat. Semua butuh perjuangan," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Rence ini menilai paradigma masyarakat juga perlu diubah. Wacana  Pemkot Ambon itu tidak akan terwujud jika tidak dimulai dari akar rumput.

"Masyarakat ini memiliki talenta sejak kecil, tapi mereka tidak sadar. Kesadaran itu yang harus dibangun," kata Rence.

(Baca juga: Ambisi Ambon Menjadi Kota Musik Dunia)

Rence mengatakan, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) tidak hanya melihat jenis musik, tetapi juga melihat bagaimana nilai kreatif bermusik dapat meningkatkan perekonomian.

"Jujur saja, peningkatan ekonomi Ambon bukan dari musik, itu belum ya. PAD (Pendapat Asli Daerah) Ambon saja dari pajak, bukan dari musik," katanya.

Menurutnya, selama musik belum memberikan nilai ekonomi, maka Ambon belum bisa menjadi kota musik dunia.

"Masyarakat harus mendapat nilai jual dari musik, itu baru bisa menjadi kota musik," katanya.

(Baca juga: Ambon Kota Musik, Ikan, dan Perdamaian)

Pemkot Ambon diminta memikirkan segala hal jika ingin menjadi kota musik. Termasuk jika UNESCO menjadikan Ambon kota musik dunia.

"Kalau dikasih label oleh UNESCO kita harus ngapain, kalau belum diakui kita harus ngapain? Semua harus dipikirkan," katanya.

Rence meminta pemerintah menggerakkan akar rumput agar musik bisa menjadi sumber ekonomi.

"Di sini becak saja bawa salon musik. Jadi sebenarnya tinggal didorong. Bisa saja pemerintah mengeluarkan regulasi, dengan pemberian tarif bagi becak yang bawa musik dikasih kemudahan izin. Atau pengaturan tarif yang berbeda," ujarnya.






(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id