Jokowi: Tiongkok Justru Antek Indonesia
Presiden Joko Widodo (tengah) dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah/2018 Masehi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/11/2018). Foto: Antara/Puspa Perwitasari.
Bogor: Presiden Joko Widodo membantah jumlah tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia mencapai 10 juta orang. Dia menekankan TKA di Nusantara hanya 78 ribu orang, sekitar 24 ribu di antaranya berasal dari Tiongkok.

Kepala Negara pun menolak disebut sebagai antek asing. Dia justru menyebut tenaga kerja Indonesia (TKI) banyak bekerja di wilayah Tiongkok.

"TKI di Cina 80 ribu di Cina daratan. Hong Kong 160 ribu. Taiwan 200 ribu. Artinya apa? Banyak yang sampaikan Jokowi antek asing, justru tenaga kerja kita di sana lebih banyak, justru orang sana antek Indonesia," kata Jokowi dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu, 21 November 2018.


Menurut dia, TKA di Indonesia terbilang kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta jiwa. Persentasenya hanya 0,03 persen. Kondisi ini berbeda jauh dengan negara-negara lain.

Di Uni Emirat Arab, kata dia, jumlah TKA bisa mencapai 83 persen dari total penduduk. "Di Arab Saudi, itu 23 persen yang juga sebagian besar dari Indonesia kurang lebih 500 ribu yang legal. Yang ilegal mungkin lebih besar." 

Jokowi menekankan pemerintahannya getol merebut aset dari pihak luar. Blok Mahakam, kata dia, dicomot 100 persen dari Prancis dan Jepang pada 2015. Kini, Pertamina yang menguasai Blok Mahakam. 

"Blok Rokan, paling besar di Riau, sudah 100 persen dimenangkan Pertamina. Terakhir, Freeport puluhan tahun cuma sembilan-delapan persen, sekarang 51 persen kok enggak ada yang demo dukung. Ini bukan sesuatu gampang," ungkap dia.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id