Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Dok. BNPB
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Dok. BNPB

Satgas Covid-19 Desak DKI Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Nasional Virus Korona pandemi covid-19
Media Indonesia, Andhika Prasetyo • 25 November 2020 06:08
Jakarta: Satgas Penanganan Covid-19 mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan. Desakan itu disampaikan karena situasi di Ibu Kota tidak mengalami perbaikan dalam tiga pekan terakhir.
 
"Saya minta perhatian dengan sangat kepada pemda (pemerintah daerah) untuk mengambil langkah-langkah konkret mengatasi penambahan kasus karena ini sudah sangat serius," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 24 November 2020.
 
Wiku tak ingin kerja keras yang telah dilakukan selama delapan bulan menjadi rusak karena pemda dan warganya tidak hati-hati dan tidak peduli dengan penyebaran covid-19. "Saya melihat ada banyak hal yang dapat diupayakan oleh pemerintah daerah setempat untuk menekan angka kasus," ucapnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PAda pekan lalu, secara nasional, Satgas Covid-19 mencatat terjadi kenaikan kasus positif sebesar 3,9 persen dari pekan sebelumnya. DKI Jakarta menjadi provinsi penyumbang jumlah kasus terbesar dengan total 1.937 kasus.
 
Baca: Jumlah Testing Pekan Ketiga November Mendekati Standar WHO
 
Selain DKI Jakarta, ada Riau yang menyumbang 1.166 kasus. Disusul Jawa Timur dengan 736 kasus, Yogyakarta dengan 338 kasus, dan Sulawesi Tengah sebanyak 245 kasus.
 
Untuk mengawasi kinerja pemda, Satgas pusat terus berkoordinasi dengan Satgas di daerah. Mereka akan membantu pemda melakukan penjaringan terhadap individu-individu yang mengikuti kegiatan kerumunan untuk kemudian dites swab secara gratis.
 
Pengetesan, kata dia, harus segera dilakukan mengingat kerumunan diikuti banyak penduduk usia muda yang mungkin tidak menunjukkan gejala jika terinfeksi. Namun mereka sangat berpotensi menularkan keluarga di rumah.
 
"Oleh karena itu, ketua RT dan RW setempat harus bisa menyampaikan informasi, siapa saja yang mengikuti kegiatan kerumunan harus melaksanakan tes swab. Dia yang terlihat sehat tidak berarti terbebas dari covid-19," tegas Wiku.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif