ilustrasi vaksinasi/Medcom.id/Chris
ilustrasi vaksinasi/Medcom.id/Chris

Newsline

Vaksinasi Jadi Indikator Penurunan Level PPKM

Nasional kemenko maritim Luhut Pandjaitan kemenkes covid-19 pandemi covid-19 Vaksinasi covid-19 Penularan covid-19 PPKM Darurat
MetroTV • 15 September 2021 22:49
Jakarta: Pemerintah menjadikan vaksinasi sebagai indikator dalam evaluasi penurunan level PPKM di daerah. Hal ini dinilai penting karena vaksin covid-19 sudah terbukti melindungi masyarakat dari sakit parah atau kematian akibat covid-19, terutama untuk para lansia.
 
"Pencapaian target cakupan vaksinasi yang disebutkan dianggap sangat penting, mengingat sudah terbukti melindungi kita dari sakit parah yang membutuhkan perawatan rumah sakit atau kematian, terutama para lansia," kata Luhut Pandjaitan dalam tayangan Newsline Bisnis di Metro TV, Rabu, 15 September 2021.
 
Menteri Koordinator Maritime dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan, pemerintah telah menetapkan sejumlah syarat yang harus dipenuhi daerah. Ini berguna apabila daerah tersebut ingin menurunkan level PPKM-nya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Daerah yang ingin menurunkan level ppkm dari level 3 ke level 2 harus mencapai vaksinasi minimal 50 persen untuk dosis pertama dan 40 persen untuk vaksinasi lansia. Sementara untuk daerah ppkm level 2 menuju level 1, vaksinasi tahap pertama harus mencapai 70 persen dan vaksinasi lansia sebesar 60 persen.
 
"Oleh karena itu, target vaksinasi yang tinggi sebagai mana disebutkan di atas adalah salah satu kunci utama dalam fase hidup bersama covid-19," ujar Luhut yang juga menjabat sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali.
 
Luhut menegaskan, pemerintah memberi waktu selama dua pekan bagi kota yang kebijakan PPKM-nya berada di level 2 untuk mengejar target vaksinasi yang telah ditetapkan. Jika daerah tersebut mencapai target dengan tepat waktu, level PPKM akan diturunkan ke level 1.
 
Sementara itu, Menteri Kesehata Budi Gunadi Sadikin meminta kepala daerah untuk melakukan percepatan vaksinasi. Sebab hingga kini, stok vaksinasi yang ada di daerah masih mencapai 41 juta dosis.
 
Serta terdapat lima provinsi yang penyuntikkan vaksin pertamanya masih di bawah 20 persen. Sebanyak lima provinsi tersebut yaitu, Lampung (15 persen), Sumatra Barat (18 Persen), Maluku Utara (18 Persen), Papua (19 Persen), dan Papua Barat (19 persen).
 
"Dari 157 juta dosis yang sudah dikirim ke daerah, sudah disuntikkan 116 juta dosis. Jadi seperti yang disampaikan tadi Pak Luhut, ada 41 juta dosis yang ada sebagai stok di daerah-daerah,” kata Budi Gunadi.
 
Budi mengatakan, total vaksin yang diberikan kepada masyarakat di Indonesia mencapai 116 juta dosis total 169 juta dosis yang diterima Kementerian Kesehatan. Angka tersebut terdiri dari 73 juta orang yang sudah divaksin dosis pertama dan 43 juta orang dengan vaksin dosis lengkap. (Aulya Syifa)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif