Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok Istimewa.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dok Istimewa.

Rusun Nagrak Disebut Membutuhkan Tambahan Tenaga Kesehatan

Nasional polri Virus Korona covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Penularan covid-19 Pengidap Covid-19
Theofilus Ifan Sucipto • 22 Juni 2021 21:35
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan rumah susun (rusun) Nagrak, Jakarta Utara, membutuhkan tambahan tenaga kesehatan (nakes). Rusun itu rencananya dijadikan tempat isolasi mandiri terpadu.
 
"Perlu penambahan 10 dokter dan 50 perawat lalu sarana untuk masyarakat melakukan isolasi seperti velbed," kata Listyo saat meninjau bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Budi Gunadi Sadikin di lokasi, Selasa, 22 Juni 2021.
 
Listyo menyebut kehadiran nakes penting guna memilah masyarakat yang terpapar covid-19. Masyarakat dengan gejala dan tanpa gejalah harus dipisahkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kunjungan Listyo, Hadi, dan Budi, dilanjutkan ke pos komando (posko) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Listyo berpesan agar pihak posko mengawasi ketat masyarakat yang sempat nekat mudik.
 
"Kelurahan Gandaria termasuk yang angka positifnya mengalami kenaikan setelah balik dari mudik," ujar mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu.
 
Baca: Satgas Pelototi Kasus Positif Covid-19 Lebih Tinggi dari Tingkat Kesembuhan
 
Listyo mengapresiasi sinergitas di posko tersebut. Pihak lurah, petugas kesehatan, Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dinilai telah berkoordinasi dengan baik.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif