Personel TNI dari Kodim 0301 Pekanbaru memadamkan api di lahan gambut dengan ranting pohon sebelum datangnya bantuan dari Pemadam dan Manggala Agni di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman.
Personel TNI dari Kodim 0301 Pekanbaru memadamkan api di lahan gambut dengan ranting pohon sebelum datangnya bantuan dari Pemadam dan Manggala Agni di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman.

Kebakaran Hutan di Riau Masih Mengkhawatirkan

Nasional kebakaran lahan dan hutan
Damar Iradat • 12 Agustus 2019 21:27
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Riau masih terjadi hingga hari ini, Senin, 12 Agustus 2019. Namun, kondisinya tak separah pada pekan lalu.
 
"Riau tidak sedahsyat Kamis-Jumat lalu, meski tetap mengkhawatirkan," kata Siti di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.
 
Siti bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bakal memantau langsung pemadaman karhutla di Riau. Water boombing juga terus dilakukan untuk pemadaman dari atas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Aku sama Panglima TNI dan Kapolri (terbang ke Riau)," jelas Siti.
 
Siti menjelaskan sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah sempat meluas pada Sabtu, 10 Agustus 2019. Akibatnya, kualitas udara di ketiga provinsi tersebut menurun ke tingkat kurang sehat.
 
Presiden Joko Widodo sebelumnya mengaku malu kabut asap akibat kebakaran hutan di Riau dan Kalimantan menjadi berita utama di negara tetangga. Malaysia dan Singapura baru-baru ini memuat kebakaran lahan di Indonesia sebagai berita utama.
 
"Saya kadang-kadang malu. Minggu ini saya mau ke Malaysia dan Singapura. Tapi, saya tahu minggu kemarin sudah jadi headline, cirebu masuk lagi ke negara kita. Saya cek cirebu ini apa, ternyata asap. Hati-hati, malu kita kalau enggak bisa menyelesaikan ini," kata Jokowi di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Jokowi menyebut sudah empat tahun terakhir Malaysia dan Singapura tidak mengeluhkan kabut asap. Namun, kebakaran lahan di Indonesia kembali terjadi dan menyebar ke negara tetangga.
 
Penanganan sedini mungkin sangat diperlukan sebelum titik api meluas. Karena itu, kerja sama gubernur, pangdam, kapolda, pemerintah pusat, panglima tni, kapolri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Restorasi Gambut (BRG), penting dalam menyiapkan langkah antisipasi atau pencegahan.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif