Kombespol Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona
Kombespol Argo Yuwono. Foto: Medcom.id/Siti Yona

Artis FTV Masih Ditahan Polisi

Nasional penganiayaan
Siti Yona Hukmana • 18 September 2019 02:20
Jakarta: Polda Metro Jaya masih menahan artis film televisi (FTV) Kris Hatta. Pencabutan laporan oleh korban, Antony Hillenaar tak dikabulkan polisi.
 
"Iya Kris Hatta masih ditahan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 17 September 2019.
 
Argo mengatakan, kasus Kris Hatta masih terus berlanjut. Penyidik, kata dia, saat ini tengah menunggu jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait berkas perkara tahap pertama yang dilimpahkan Jumat, 23 Agustus 2019 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu P21-nya (berkas dinyatakan lengkap) kapan. Kalau sudah P21 kita serahkan tersangka dan barang bukti," ungkap Argo.
 
Sebelumnya, korban penganiayaan Antony Hillenaar telah mencabut laporannya. Korban dan pelaku yang sama-sama berprofesi sebagai artis FTV itu setuju berdamai. Ia mengaku berkas-berkas pencabutan laporan itu sudah berada di tangannya.
 
"Berkas semua sudah lengkap. Kami juga sudah ketemu dengan pihak Kris secara langsung," ujar Anthony, Kamis, 8 Agustus 2019.
 
Antony Hillenaar dihajar Kris pada Sabtu, 6 April 2019, di tempat hiburan malam Dragonfly, Jakarta Selatan. Penganiayaan itu terjadi karena Kris sakit hati kepada teman Antony yang mengganggu pacarnya.
 
Kris cekcok dengan teman Antony sehingga terjadi keributan. Melihat situasi itu, Antony berusaha melerai. Namun, dia malah mendapatkan bogem mentah dari Kris.
 
Atas penganiayaan itu, Antony melaporkan Kris ke polisi. Laporannya teregistrasi dengan nomor LP/2109/IV/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 6 April 2019.
 
Polisi menetapkan Kris sebagai tersangka. Dia ditangkap di indekos temannya kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juli 2019 pukul 07.00 WIB. Kris pun langsung ditahan.
 
Atas perbuatan itu, Kris dikenakan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Dia terancam hukuman penjara dua tahun delapan bulan.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif