Wakapolres Lombok Tengah Diserahkan ke RS Jiwa

Ilham wibowo 04 Mei 2018 14:35 WIB
penembakan
Wakapolres Lombok Tengah Diserahkan ke RS Jiwa
Kapolda Sumatra Utara Irjen Paulus Waterpauw. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Jakarta: Wakapolres Lombok Tengah, Kompol Fahrizal, 41, masih menjalani masa orientasi di Rumah Sakit (RS) Jiwa Medan. Perilaku Fahrizal berubah usai menembak mati adik iparnya Jumingan.
 
"Sudah terindikasi dan hasil rekomendasi dokter ada sedikit gangguan jiwa. Jadi sekarang sudah kita titipkan di rumah sakit jiwa untuk diorientasi selama kurang lebih dua atau tiga minggu," ujar Kapolda Sumatra Utara Irjen Paulus Waterpauw di PTIK, Jakarta, Jumat, 4 Mei 2018.
 
Menurut Paulus, perkembangan kejiwaan Fahrizal terus mengalami perubahan. Bahkan tingkah aneh juga terjadi saat menjalani pemeriksaan dengan tim dari Polwan.
 
"Dia rasakan memang tidak ada penyesalan, kemudian membenarkan perbuatannya itu, terus beberapa kali perubahan tingkah laku, saat itu diperiksa polwan malah telanjang," ungkap Paulus.

Baca: Wakapolres Lombok Tengah Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Meski demikian, hasil resmi pihak dokter kejiwaan bakal jadi patokan penyidik melanjutkan proses pidana atau tidak. Bila kondisi jiwa terus memburuk, Fahrizal hanya bakal menjalani pengawasan di RS Jiwa.
 
"Ini kan baru indikasi (sakit jiwa), kepastiannya kan ahli yang bicara bukan kita. Artinya dari perubahan tingkah laku dia itu dokter merekomendasi segera dibawa ke RS khusus jiwa untuk diorientasikan, kita tunggu saja," tuturnya.
 
Sebelumnya, Fahrizal menembak mati adik iparnya Jumingan, di rumah orangtuanya di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Sumut, Rabu, 4 April 2018 malam.
 
Tersangka meletuskan senjata sebanyak enam kali hingga korban tewas. Jasad Jumingan kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk autopsi. Kemudian Fahrizal menyerahkan diri ke Polda Sumut.
 
Fahrizal saat ini menjabat Wakapolres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya dia menduduki sejumlah posisi di jajaran Polda Sumut, seperti Kasat Reskrim Polres Labuhan Batu, Kasat Reskrim Polresta Medan, kemudian menjadi Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, sebelum akhirnya menempuh pendidikan Sespim.




(FZN)