Sejumlah ambulans tiba di salah satu rumah sakit di Mina membawa korban luka-luka tragedi Mina/--Foto: AFP/Mohammed Al-Shaikh (STR)
Sejumlah ambulans tiba di salah satu rumah sakit di Mina membawa korban luka-luka tragedi Mina/--Foto: AFP/Mohammed Al-Shaikh (STR)

DPR Ucapkan Bela Sungkawa atas Tragedi Mina

Nasional berita dpr
Pelangi Karismakristi • 25 September 2015 14:33
medcom.id, Jakarta: Innalillahi wa inna ilahi rojiun, tragedi Mina terulang lagi. Peristiwa yang juga pernah terjadi pada 1990 ini kemungkinan terjadi akibat penumpukan jamaah haji dari seluruh dunia.
 
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya pada korban tragedi Mina, "Apa yang terjadi di Arafah tidak diatur regulasinya, tidak dikomunikasikan secara ketat dan diserahkan pada masing-masing negara dan bahkan tiap jamaah. Meskipun pemerintah Saudi sudah membangun banyak jalur setelah kejadian Mina 25 tahun silam yang menelan korban hampir 1500, rasanya pergerakan jamaah masih sangat tak terkendali dan tidak difasilitasi," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui pesan elektroniknya, Kamis (24/9/2015).
 
Para jamaah harus melaksanakan rukun haji agar ibadahnya 'sah', dan hanya prosesi wukuf di Arafah lah yang tanggal pelaksanaannya sama, yakni pada 9 Dzulhijah. Setelah melaksanakan puncak ibadah haji ini, mereka menuju Mina untuk lempar jumroh. Ini berarti prosesi haji akan segera tuntas, tak heran jika para jamaah berbondong-bondong berebutan ingin segera menyelesaikan kewajibannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dapat dipastikan para korban adalah mereka yang memutuskan berangkat lempar jumroh setelah subuh. Kejadiannya sekitar jam 9 waktu setempat, padahal di Masjidil Haram pada jam yang sama sedang melaksanakan sholat idul adha," kata Fahri.
 
Pasca tragedi jatuhnya crane dan tragedi Mina ini, Fahri berharap Indonesia mendesak pemerintahan Arab Saudi untuk membicarakan penyelenggaraan haji bersama-sama. Meskipun tidak ada kabar mengenai korban dari Indonesia, tapi perlu diingat negara kita menjadi penyumbang jamaah terbesar.
 
"Saya mengapresiasi amirul haj dan menteri agama yang cukup berani menyentil pemerintah Saudi dalam sambutan menjelang wukuf kemarin. Menteri agama kemarin juga mengatakan bahwa Saudi harusnya mampu membangun fasilitas lebih baik bagi jamaah. Hal ini agar menghindari musibah yang tak diinginkan terulang," pungkas Fahri.
 

(LHE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif