NEWSTICKER
Ilustrasi. Medcom.
Ilustrasi. Medcom.

242 Konten Hoaks Soal Covid-19 Teridentifikasi

Nasional Virus Korona
Rifaldi Putra irianto • 17 Maret 2020 16:25
Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengidentifikasi 242 konten bohong alias hoaks terkait wabah virus korona (covid-19) hingga Selasa, 17 Maret 2020. Jumlah ini termasuk konten yang bersifat disinformasi.
 
"Dari hasil tersebut akan ditindaklanjuti dengan memberikan informasi yang benar sesuai dengan fakta di lapangan," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Konten bohong soal korona disebut tersebar di platform media sosial, situs, maupun aplikasi pesan singkat. Kominfo berupaya menangkal informasi menyesatkan yang beredar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tujuannya, untuk melindungi segenap bangsa dan masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar terkait dengan covid-19. Ini bahaya apabila masyarakat mengikuti informasi yang tidak benar itu," ungkapnya.
 
Baca:22 Orang Jadi Tersangka Penyebaran Hoaks Korona
 
Johnny menegaskan menyebar isu tidak benar di tengah wabah covid-19 sangat berbahaya. Sebab, berpotensi membuat masyarakat panik dan takut dalam menghadapi bencana non-alam ini.
 
"Hal ini merugikan bangsa dan negara. Dan pelaku juga tidak menjawab panggilan Ibu Pertiwi yang membutuhkan pertolongan," ujarnya.
 
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, dalam mengatasi informasi hoaks covid-19, pihaknya bakal menggandeng pemilik platform.
 
"Tugas dan fungsi Kominfo sesuai dengan kebijakan yang berlaku, tidak bisa melakukan penutupan akun yang terbukti menyebarkan hoaks," jelas Semuel.
 
Kominfo akan memberikan rekomendasi akun mana yang terindikasi menyebarkan berita bohong sesuai pengaduan masyarakat dan patroli di media sosial. "Kami memberikan rekomendasi kepada pemilik platform dan pihak penegak hukum, kemudian mereka yang menutup akun tersebut," kata Semuel.
 
Konten hoaks yang menimbulkan keresahan publik akan ditindaklanjuti kepolisian. Terutama, bila ada unsur delik pidana yang dilanggar pemilik akun yang menyebarkan informasi tidak benar tersebut.
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif