Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Sejumlah Dokter Gigi Diberhentikan Usai Terapkan Physical Distancing

Nasional Virus Korona virus corona
Siti Yona Hukmana • 31 Maret 2020 21:59
Jakarta: Sejumlah dokter gigi yang bekerja di PT Integritas Berkah Berlimpah Ruah (IBBR), Duren Sawit, Jakarta Timur dipecat. Mereka menerima risiko itu karena menerapkan physical distancing (menjaga jarak) untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19).
 
Salah seorang dokter gigi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, persoalan itu bermula saat dia dan sejumlah rekan kerja mengimbau masyarakat menunda mendatangi dental klinik sementara waktu, jika tidak mendesak.Langkah itu untuk menerapkan physical distancing sesuai imbauan pemerintah. Namun dia dan dokter lainnya menerima teguran dari perusahaan tempat mereka bekerja.
 
"Nah, mereka (perusahaan) tersinggung dengan postingan dokter-dokter gigi termasuk postingan saya, karena saya cukup vokal mempertahankan hak kami, keselamatan kami, ya saya dipecat," kata salah satu dokter gigi itu kepada Medcom.id, Selasa, 31 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah dokter gigi dipanggil Human Resource Departement (HRD) perusahaan, termasuk dia, setelah imbauan menunda mendatangi dental klinik itu menyebar di media sosial. Beberapa dokter menerima peringatan hingga pemecatan.
 
"Saya menerima surat pemutusan kontrak kerja tadi siang," ujar dokter gigi itu.
 
Pemutusan kontrak kerja itu dilakukan sepihak dengan syarat tidak boleh saling menuntut. Para dokter gigi yang dipecat juga diminta tak membuka praktek dalam radius 30 kilometer dari PT IBBR selama dua tahun, dan tidak boleh menjelek-jelekkan perusahaan.
 
"Tapi saya belum menandatanganinya, karena saya mau kejelasan akhirnya saya dijadwalkan untuk bertemu sama pimpinan, tapi belum tahu kapan," sebutnya.
 
Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) telah menegur perusahaan swasta tersebut. PT IBBR diminta menutup praktek sementara waktu.
 
Permintaan itu disampaikan karena PT IBBR masih menggaet pasien dengan mempromosikan sejumlah penindakan di tengah wabah korona yakni pemasangan behel, scaling dan tambal gigi.
 
PT IBBR diyakini telah melanggar kode etik. Namun, perusahaan yang juga dipimpin oleh seorang dokter gigi tidak mengindahkan.
 
"Kalaupun buka hanya menangani kasus darurat, seperti gusi bengkak,gigi patah, sesuai ketentuan PDGI. Ada banyak dokter yang sudah melapor ke PDGI, tinggal menunggu tindakan dari PDGI saja," imbuh dia.
 
Perusahaan itu masih membandel. Pimpinan perusahaan tetap memaksa para dokter gigi bekerja dengan membuat peraturan yang wajib ditandatangani.
 
Isinya mengikuti segala peraturan perusahaan yang telah ditetapkan dan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam perjanjian kerja sama. Dokter diminta patuh mengikuti seluruh standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan.
 
Kemudian menghadiri segala bentuk training yang telah dijadwalkan, meningkatkan dan memaksimalkan produktivitas kerja sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan bersikap positif kepada sesama tim dengan menjaga attitude untuk saling menghargai.
 
"Banyak dokter yang enggak tanda tangan, karena mereka bingung isi enggak jelas," ucap dokter gigi itu.
 
Lebih lanjut dia mengaku prihatin dengan sikap pimpinan perusahaan karena tidak memikirkan keselamatan para karyawannya.
 
"Bahkan tidak boleh ada tuntutan dan enggak ada jaminan juga kalau kita kenapa-kenapa, mereka juga enggak ada memberikan tunjangan sampai detik ini," aku dia.
 
Tak hanya itu, perusahaan disebutkan juga tidak membekali para dokter gigi dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. APD yang diberikan hanya level 1. Menurut dia, dalam situasi wabah korona dokter gigi harus dibekali APD level 3.
 
"Karena kami harus menganggap bahwa semua yang datang itu adalah orang dalam pemantauan (ODP) atau asimtomatik carrier virus korona, sebab sudah banyak yang positif terjangkit virus korona," tutup dia.
 
Medcom.id mencoba mengklarifikasi hal itu ke pimpinan perusahaan. Namun, belum ada jawaban hingga berita ini diturunkan.
 

(ADN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif