Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: M Sholahadhin Azhar/Medcom.id
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: M Sholahadhin Azhar/Medcom.id

Mendagri Akan Mengelompokkan Ormas

Nasional ormas
Media Indonesia • 26 November 2019 07:55
Jakarta:Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku akan mengelompokkan organisasi kemasyarakatan (ormas). Ormas akan dibagi ke beberapa kelompok, yaitu organisasi yang dapat diajak berkolaborasi, perlu dibina, dan perlu diluruskan.
 
"Banyak sekali teman-teman dari ormas bekerja, mohon maaf, mengambil inisiatif sendiri, melakukan secara swadaya, mencari anggaran sendiri tapi berprestasi. Sebaliknya, ada di pemerintahan yang ada anggaran kementerian atau lembaga tapi enggak punya kaki di bawah," kata Tito dalam sambutannya pada kegiatan penganugerahan penghargaan ormas 2019, Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Tito menceritakan kegelisahan seseorang dari salah satu kementerian. Orang tersebut mengeluhkan kondisi kementeriannya untuk membantu mewujudkan program-program Presiden Joko Widodo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemarin ada satu kementerian, enggak perlu saya sebutkan, ada kementerian yang mau membantu kami, 'Pak Mendagri punya kaki di bawah, teman-teman kepala daerah. Kita anggaran ada, besar. Program Pak Presiden jelas. Tapi kami enggak punya kaki di lapangan'," ujar dia.
 
Tito menilai 'kaki' yang dimaksud bukan hanya pemerintah daerah. Ormas juga bisa menjadi 'kaki' untuk mewujudkan program pemerintah
 
"Karena ormas ini militannya tinggi dan tidak terikat banyak birokrasi. Kalau pemerintah kan pemda terikat lagi dengan birokrasi macam-macam, panjang sekali itu," ujar dia.
 
Tito juga menyinggung ormas negatif yang kerap mengganggu ketertiban publik dan bersikap intoleran. Seiring berjalannya waktu, terang dia, akan ada ormas memiliki ideologi yang berpotensi membahayakan negara.
 
"Yang mungkin tidak menghargai, kurang menghargai hak asasi orang lain, intoleransi, misalnya salah satu contoh. Kemudian juga, ormas-ormas yang mungkin mengganggu ketertiban publik, melakukan acara di jalan umum, kemudian mengganggu sampai tertutup jalan, setelah itu bikin rusuh. Kita tahulah beberapa kali terjadi. Ini juga menjadi persoalan," ujar Tito.
 
Menurut dia, negara harus bertindak agar kebebasan dalam berdemokrasi tidak disalahgunakan. Pembangunan yang sudah dicanangkan pemerintah pun terhambat.
 
"Ini enggak boleh terjadi," tegas Tito.
 
Ratusan ribu Ormas
 
Sekjen Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo mengungkapkan ada ratusan ribu ormas yang sudah terdata di Kementerian Dalam Negeri per 22 November 2019. Jumlah itu berdasarkan keterangan terdaftar, yakni 27.015 ormas, dan yang berbadan hukum 404.379 ormas. Ormas kategori pertama, 1.891 terdaftar di Kemendagri, 8.170 di provinsi, dan 16.954 di kabupaten/kota.
 
Jumlah ormas yang sudah berbadan hukum tercatat di Kemenkum HAM sebanyak 404.379, terdiri dari 226.994 ormas berbentuk yayasan, serta 167.385 ormas bersifat perkumpulan. Sedangkan ormas yang tercatat di Kementerian Luar Negeri sebanyak 71 ormas.
 
Sosiolog Imam Prasodjo mengungkapkan jumlah ormas bisa menjadi indikator kualitas masyarakat sipil dalam negara tersebut. Semakin banyak ormas sangat baik. Sebab, negara otoriter tidak memberi ruang tumbuhnya ormas. (Abdillah Muhammad M/MI)
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif