: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) beserta beserta kedua anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) bersiap mengikuti upacara militer pelepasan jenazah almarhumah Ani Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa
: Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) beserta beserta kedua anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (kiri) bersiap mengikuti upacara militer pelepasan jenazah almarhumah Ani Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa

Sosok Ani Yudhoyono di Mata Ganjar Pranowo

Nasional sby
Husen Miftahudin • 03 Juni 2019 03:00
Jakarta: Sosok Kristiani Herrawati Yudhoyono atau Ani Yudhoyono tak pernah hilang dari ingatan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ani menjadi sosok inspiratif bagi kemenangan Ganjar di Pilkada Jawa Tengah (Jateng) pada 2018 lalu.
 
Pada Pilkada Jateng, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) didukung empat partai politik (parpol), PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai NasDem, dan PPP. Sebagai istri dari penggawa partai berlambang mercy itu, Ani tak henti-hentinya memberi semangat kepada Ganjar untuk meraih kemenangan di Jateng.
 
"Beliau datang ke Jateng dengan semangat yang luar biasa, ibu mendukung dan menyampaikan 'menang lah'. Waktu itu (Ani) memberikan spirit seperti anak muda, jadi saya tambah semangat," aku Ganjar saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 2 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bagi Ganjar, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tak pernah lelah untuk memberi inspirasi dan berbagi. Hal itu lah yang membuat Ganjar tak pernah lupa sosok Ani Yudhoyono.
 
"(Ibu Ani Yudhoyono) orangnya hangat dan terbuka. Enggak jaim-jaiman (jaga image)," tutur Ganjar.
 
Ganjar beberapa kali bertemu secara langsung dengan Ani. Di lain kesempatan, ia menyebut putri ketiga Alm. Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo itu sebagai sosok yang tak pernah lelah dalam mendampingi sang suami.
 
"Apa pun kondisinya, beliau selalu turun langsung mendampingi SBY," ungkapnya.
 
Di lain kesempatan, Ani juga disebut sebagai sosok periang dan apa adanya. Sebagai Ibu Negara, ucap Ganjar, Ani tak pernah sungkan untuk makan menggunakan tangan kosong.
 
"Sewaktu saya makan di Kudus, beliau bilang, 'Pak Gubernur, saya enggak mau pakau sendok, saya mau pakai tangan'. Beliau makannya enak, lahap banget. Di situ kita juga bercanda lepas," cerita Ganjar.
 
Kepergian Ani bak sambaran petir di siang bolong. Ganjar terkejut bukan main. Ia berduka dan merasa kehilangan sosok wanita yang punya dedikasi besar bagi bangsa dan negara.
 
"Kita doakan, kita berdoa untuk beliau. Tentu saya sangat berduka, mudah-mudahan beliau husnulkhatimah," tutup Ganjar terbata.
 
Ani tutup usia pada Sabtu, 1 Juni 2019, pukul 11.50 waktu Singapura. Ani sebelumnya menjalani perawatan intensif di ICU National University Hospital (NUH), Singapura sejak 2 Februari 2019. Ia dirawat untuk menyembuhkan penyakit kanker darah yang dideritanya.
 
Ani meninggalkan seorang suami dan dua putra. Ia dimakamkan di TMP Kalibata, tepat di samping tempat peristirahatan sang ayah, Alm. Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif