KRL melintas di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/5/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz.
KRL melintas di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Kamis (23/5/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz.

Penumpang KRL Anjlok 300 Ribu di 22 Mei

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Kautsar Widya Prabowo • 23 Mei 2019 23:37
Jakarta: PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) terpaksa menutup stasiun Palmerah, Jakarta Barat dan Tanah Abang, Jakarta Pusat saat aksi 22 Mei 2019. Akibatnya, PT KCI mengalami penurunan penumpang hingga ratusan ribu.
 
"Kalau untuk penumpang hilang sekitar 300 ribu penumpang. Dari catatan untuk tanggal 21 sekitar satu juta. Tanggal 22 itu karena ada dua stasiun ditutup sekitar (menurun) menjadi 728 ribu volume penumpang," ujar Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Mei 2019.
 
Wiwik mengatakan penutupan dua stasiun tersebut untuk menjaga keselamatan penumpang. Mengingat, salah satu lokasi kerusuhan 22 Mei tidak jauh dari Stasiun Tanah Abang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain keselamatan aset, keselamatan penumpang juga penting. Karena posisi aksi massa tepat di jembatan Jatibaru, di atas peron stasiun. Beberapa kali ada lemparan-lemparan ada bahaya batu atau bahan mudah terbakar," tuturnya.
 
Saat kejadian, ia pun bersama jajaran direksi sempat berada di Stasiun Tanah Abang untuk memantau perkembangan. Ia pun tak menampik ada aset KCI yang mengalami kerusakan .
 
"Kami memutuskan peron Tanah Abang dan kereta dikosongkan," imbuhnya.
 
Kendati demikian, Wiwik memastikan tidak ada kerusakan berarti di Stasiun Tanah Abang. Saat ditanya jumlah kerugian yang dialami PT KCI, Wiwik enggan menjawab secara detail
 
"Kalau ada kerugian pasti ada, angkanya belum bisa dihitung," pungkasnya.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif