Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

BMKG Kembangkan Sistem Pendeteksi Dini Gempa

Nasional gempa Gempa Bumi
Theofilus Ifan Sucipto • 30 Desember 2019 17:50
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mengembangkan sistem pendeteksi dini gempa. Sistem itu akan mendeteksi guncangan gempa 30 detik sebelum terjadi.
 
"Gempa memang tidak bisa diprediksi. Tapi ada sistem deteksi dini gempa," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin, 30 Desember 2019.
 
Gempa biasanya terdiri dari beberapa gelombang. Gelombang primer merupakan ancar-ancar gempa dan sekunder yang menyebabkan guncangan gempa terasa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti sistemnya merekam gelombang primer sekitar 60 sampai 30 detik sebelum gelombang sekunder datang," terang dia.
 
BMKG langsung memproses informasi yang diterima dari gelombang primer tersebut. BMKG, kata dia, memerlukan waktu sekitar 30 sampai 45 detik untuk menginformasikan akan adanya gempa.
 
"Artinya masih ada 30 sampai 45 detik untuk memberitahu sebelum gelombang sekunder datang," ucap dia.
 
Dwikorita menyebut informasi bisa dikirim melalui pesan singkat. Masyarakat diharapkan langsung mengevakuasi diri sebelum guncangan terasa.
 
Sistem ini sudah digunakan negara-negara lain seperti, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Dwikorita menargetkan sistem pendeteksi gempa bisa digunakan pada 2020. BMKG tengah menyiapkan sensor dari sistem pendeteksi ini.
 
"Insyaallah (beroperasi) di semester kedua 2020," pungkas dia.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif