Jumlah Pengungsi di Sulteng Menurun
Suasana tenda pengungsian di halaman Masjid Agung, Palu, Sulawesi Tengah. (ANT/ABRIAWAN ABHE)
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menurun. Sebagian pengungsi telah kembali ke daerah tempat tinggal masing-masing.

"Jumlah pengungsi sampai hari ini 62.359 orang yang tersebar di 147 titik. Dibandingkan data kemarin (70.821 orang) mengalami penurunan jumlahnya. Karena sebagian sudah kembali ke rumah atau juga ikut evakuasi ke luar wilayah Palu," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantornya, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu, 6 Oktober 2018.

Sutopo menjelaskan, saat ini fokus penanganan korban masih dalam tahap evakuasi, pencarian dan penyelamatan. Selain itu upaya medis di RS lapangan, penanganan jenazah serta pelayanan bagi korban menjadi prioritas.


"Yang ketiga distribusi logistik dan makanan untuk pengungsi. Keempat percepatan pemulihan infrastruktur, baik jalan listrik pelabuhan bandara, telekomunikasi, pasokan BBM. Terakhir  penanganan bantuan luar negeri," beber Sutopo.

Baca: Banyak Wilayah Belum Dapat Bantuan

Sementara data kerusakan infrastruktur yang dihimpun BNPB, sebanyak 66.926 unit rumah rusak di Sulawesi Tengah dan 686 unit hancur di Sulawesi Barat.

Kemudian untuk gedung sekolah, lanjut Sutopo, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 2.736 rusak. Jumlah kerusakan di level ringan sampai hancur total tersebar di Donggala, Kota Palu dan Sigi.

"Pendataan masih terus dilakukan dan kemungkinan tambahan-tambahan kerusakan mungkin akan bertambah," tukas Sutopo.

Baca: Korban Meninggal Mencapai 1.649 Orang



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id