Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Teroris Bekasi Belajar Merakit Bom dari Medsos

Nasional terorisme
Theofilus Ifan Sucipto • 10 Mei 2019 15:42
Jakarta: Pemimpin organisasi teroris Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Bekasi, EY, diketahui belajar merakit bom dari media sosial, Twitter dan Youtube. Situs dan akun itu saat ini sudah dilumpuhkan.
 
"EY basisnya punya kemampuan elektronik dan mereparasi gawai. Dia juga belajar dari media sosial," kata Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Mei 2019.
 
Melalui medsos itu, terang dia, EY melihat pembuatan bom yang sudah diledakan di Suriah, Irak, dan Sri Lanka. Video itu kemudian memotivasi EY untuk membuat bom.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, Direktorat Siber Bareskrim Polri sudah menyisir berbagai akun-akun radikal. Sebanyak 1.600 konten dan video terkait terorisme terlacak dan telah dilumpuhkan.
 
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 sebelumnya menangkap dua orang terduga teroris di Bekasi, Jawa Barat. Keduanya bagian dari kelompok teroris JAD Bekasi.
 
"Tadi malam pelaku ditangkap. Dua pelaku ini jaringannya berbeda tapi memiliki koneksi sangat kuat dengan JAD Indonesia," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Mei 2019.
 
Kedua orang itu adalah EY, 27, dan YM, 18. EY ditangkap pada Rabu, 8 Mei 2019 pukul 13.48 WIB, di SPBU Pertamina Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur. Sedangkan, YM ditangkap di hari yang sama pukul 20.33 WIB di rumahnya di Kelurahan Bojong Rawa, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi.
 
Densus 88 menyita sejumlah barang bukti seperti dua bom pipa yang sudah jadi dan disebut Mother of Satan. Dedi mengatakan sebutan itu dibuat karena daya ledakan bom yang tinggi.
 
"Daya ledaknya hampir sama dengan bom di Sibolga dan memiliki fatalitas yang cukup tinggi jika diledakkan," imbuh dia.
 
Selain itu, Densus 88 menyita bahan perakit bom lain seperti pisau, pupuk, termometer, dan lain-lain. Dalam penangkapan YM, Densus 88 mengamankan barang bukti berupa laptop, hard disk, dan remote control sebagai pemicu bom.
 
Dedi menjelaskan JAD Bekasi dan JAD Lampung berkolaborasi dan memiliki tujuan yang sama. Mereka konsisten melakukan amaliah dengan sasaran aparat kepolisian.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif