Ilustrasi anak sekolah (Medcom.id/Mohammad Rizal)
Ilustrasi anak sekolah (Medcom.id/Mohammad Rizal)

Ketua DPR Soroti Meningkatnya Pengangguran Lulusan SMA/SMK

Nasional berita dpr
Anggi Tondi Martaon • 16 April 2019 16:25
Jakarta: Persentase pengangguran lulusan SMA/SMK meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran SMA pada 2018 sebesar 74 persen dan SMK 33 persen.
 
Berkaca pada data tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Kementerian/Lembaga (K/L) sigap merespons. Menurutnya, peningkatan persentase pengangguran lulusan SMK dan SMA harus disikapi serius melalui sejumlah cara.
 
Pertama, mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengevaluasi sistem pendidikan. Misalnya, dengan memperbanyak sekolah kejuruan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diharapkan para lulusan siap bekerja dan mengembangkan pendidikan vokasi berorientasi industri yang berbasis pada potensi lokal," kata Ketua DPR yang akrab disapa Bamsoet, dikutip siaran persnya di Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
 
Kedua, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) diminta agar meningkatkan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh provinsi di Indonesia. Fasilitas tersebut juga harus dibuka bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.
 
"Dengan demikian, akan membuka peluang usaha yang sesuai keahlian masing-masing," katanya.
 
Ketiga, Bamsoet mengimbau Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) agar merespons peningkatan pengangguran SMA dan SMK. Lembaga yang saat ini dipimpin oleh Imam Nahrawi itu membuat program-program pelatihan kerja yang bisa meningkatkan kemampuan remaja di Indonesia.
 
"Kemenpora diminta melakukan sosialisasi terkait pentingnya kompetensi diri ke sekolah-sekolah, agar generasi muda di Indonesia memiliki tingkat intelegensi tinggi dan kemampuan yang tidak mudah tergantikan oleh teknologi," ujarnya.
 
Berikutnya, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) diimbau memotivasi penganggur muda supaya menjadi wirausahawan agar mereka tidak bergantung terhadap lowongan yang disediakan oleh pemerintah atau swasta.
 
"Meminta Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempermudah proses penanaman modal, guna menarik investor baik dalam bidang infrastruktur, manufaktur dan sektor riil, sehingga dapat menampung dan mengurangi jumlah pengangguran," kata dia.
 
Terakhir, dibutuhkan peran masyarakat untuk merespons meningkatnya angka pengangguran lulusan SMA/SMK. Orang tua diminta membimbing dan mengasah minat serta bakat anaknya.
 
"Agar anak serius dalam belajar, serta memiliki semangat menghadapi kemajuan iptek," ujar Bamsoet.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif