Rekam Medis Gigi Korban Jadi Andalan
Konfrensi pers RS Polri - Medcom.id/Damar Iradat.
Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri mengandalkan catatan medis gigi dari penumpang Pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610. Saat ini, baru ditemukan satu buah gigi penumpang. 

Kepala Lab dan Klinik Pusdokes Polri Kombes drg Agustinus mengatakan sampai saat ini pihaknya telah menerima 42 catatan medis gigi dari para keluarga korban. Pihak RS akan membandingkan catatan medis gigi dengan temuan postmortem yang ada pada penumpang Lion Air.

"Memang yang kami andalkan adalah catatan dari dokter gigi," kata Agustinus di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 2 November 2018.


Kendati begitu, pihaknya masih harus menerjamahkan riwayat gigi pasien. Karena, simbol-simbol maupun kode dalam bentuk gambar akan lebih mudah untuk dibandingkan.

Agustinus mengaku menemui kendala dalam proses identifikasi lantaran minimnya catatan medis gigi dari pihak keluarga penumpang atau pihak lain yang mengetahui. Kendati demikian, foto tersenyum dengan gigi yang tampak juga bisa membantu dalam proses identifikasi.

(Baca juga: Belum Ada Data Antemortem dari Keluarga Pilot)

"Meskipun akurasinya kurang, tapi itu membantu ketika kami harus membandingkan dua kondisi gigi. Tapi kalau hanya dari foto dan harus melakukan identifikasi, kami tidak berani kecuali ada alat identifikasi lain. Yang paling bagus adalah catatan dokter gigi," jelas Agustinus.

Pesawat Lion Air PK-LQP kode penerbangan JT-610 dilaporkan hilang komunikasi pada Senin pagi, 29 Oktober. Pesawat dipastikan jatuh dan tenggelam di Tanjung Karawang, Jawa Barat.

Hingga Jumat siang, Polri masih terus berupaya mengidentifikasi korban jatuhnya Pesawat Lion Air PK-LQP. Sejauh ini baru satu penumpang pesawat yang teridentifikasi, yakni Jannatun Cintya Dewi.

Kamis malam, RS Polri kembali menerima sembilan kantung jenazah. Sehingga, sampai saat ini pihaknya sudah menerima 65 kantung jenazah.





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id