Lion Air Jatuh

Keluarga Penumpang Bakal Terima Santunan Rp1,3 Miliar

Siti Yona Hukmana 04 November 2018 08:30 WIB
Lion Air Jatuh
Keluarga Penumpang Bakal Terima Santunan Rp1,3 Miliar
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syukrani
Jakarta: Keluarga penumpang pesawat Lion Air PK-LQP bakal menerima santunan lebih dari Rp1,3 miliar. Dana itu mencakup uang ganti rugi atau klaim asuransi dan bagasi. 

"Untuk klaim asuransi itu Lion Air mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan 77/2011, namun kondisi itu harus disesuaikan dengan statusnya," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Sabtu, 3 November 2018.

Uang klaim asuransi yang akan didapatkan keluarga korban yakni sebesar Rp1,25 miliar. Sedangkan klaim bagasi Rp50 juta, uang tunggu Rp5 juta, dan uang kedudukan Rp25 juta.


Namun, jumlah uang santunan atau asuransi akan berbeda jika penumpang dinyatakan selamat. Menurutnya, untuk menentukan status penumpang pihaknya berkoordinasi dengan tim evakuasi Basarnas.

"Kami perlu status dulu. Status ini kami koordinasi dengan tim evakuasi Basarnas dan tim identifikasi dari pihak kepolisian di luar konteks apapun yang penting prosedurnya itu," ujarnya.

Diluar santunan itu, pihak Lion Air memfasilitasi penuh keperluan keluarga di Jakarta selama masa pencarian dan identifikasi jenazah. Fasilitas itu seperti hotel, transportasi, makan dan minum. 

Selain itu, maskapai penerbangan juga mengantarkan jenazah yang telah teridentifikasi ke alamat untuk proses pemakaman. Uang kedukaan sebesar Rp25 juta diserahkan kepada keluarga penumpang saat pihak Lion menyerahkan jenazah.

"Saat menyerahkan jenazah tersebut, Lion Air mendampingi segala proses kebutuhan yang diperlukan pihak keluarga hingga jenazah itu diterima oleh keluarga di tempat tujuan," jelasnya. 

Lebih lanjut, untuk proses klaim asuransi, Danang mengatakan keluarga harus melengkapi sejumlah dokumen persyaratan. Yakni, kartu tanda penduduk (KTP) seluruh ahli waris, akta kelahiran seluruh ahli waris, akta kelahiran penumpang jika penumpang sudah menikah, akta perkawinan orang tua penumpang, akta perkawinan penumpang, kartu keluarga (KK) penumpang dan ahli waris, akta kematian penumpang serta surat keterangan ahli waris.

Kelengkapan dokumen itu, kata dia, harus terverifikasi terlebuh dulu. Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan dana-dana tersebut bakal dicairkan.

"Yang penting saat ini kita sedang proses membantu keluarga untuk memberikan informasi data-data yang dibutuhkan untuk klaim asuransi,” pungkas dia.

Baca: Lion Air Buka Posko Klaim Asuransi

Sebelumnya, Lion Air PK-LQP jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat berpenumpang 189 orang itu terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S-107 07.16 E.  

Pesawat ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta kembali ke bandara sebelum akhirnya hilang dari radar.

Hingga hari keenam, sudah ada tujuh penumpang yang teridentifikasi. Di antaranya Jannatun Cintya Dewi, Chandra Kirana, Hizkia Jorry Saroinsong, Monni, Endang Sri Bagusnita, Wahyu Susilo, dan Fauzan Azima.





(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id