132 Keluarga Korban Lengkapi Data Antemortem

M Sholahadhin Azhar 30 Oktober 2018 05:30 WIB
Lion Air Jatuh
132 Keluarga Korban Lengkapi Data Antemortem
Kepala RS Polri Kombes Pol Musyafak (tengah). Medcom.id/M Sholahadhin Azhar,
Jakarta: Sebanyak 132 keluarga korban pesawat Lion Air JT610 telah melengkapi data antemortem. Mereka memberi informasi terkait keluarga yang menjadi korban.

"Tapi baru sebagian yang kita ambil sampel DNA, karena tidak semua mengajak orang tua atau anak (korban)," kata Kepala RS Polri Kombes Pol Musyafak di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 30 Oktober 2018.

Menurut dia ada banyak data antemortem yang diminta ke keluarga korban. Seperti properti terakhir yang melekat di tubuh korban. Selain itu tanda medis seperti bekas operasi atau tato maupun pemasangan ring jantung.


Data fisik, kata dia, juga diminta. Termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban, catatan rekam gigi, dan data spesifik lain. "Selain gigi juga DNA dari putra-putri dan orang tua korban," imbuh Musyafak.

Proses ini masih terus berjalan dan diharapkan keluarga korban segera hadir. Selain itu ada tenaga medis yang disiapkan untuk mengolah data postmortem atau data yang ditemukan di lapangan.

"Pertama adalah dokter ahli forensik, ada 15 dokter," tutur Musyafak.

Dia bilang ada empat dokter ontologi forensik ditambah empat dokter gigi ahli DNA. Nantinya data postmortem dan antemortem akan disandingkan. Apabila cocok akan dirilis dan jenazah dikembalikan pada keluarga.

Proses tersebut, kata dia, akan lebih cepat jika dokter menemukan tanda khusus dalam postmortem. Misalnya, ada data antemortem yang membeberkan tanda medis seperti bekas operasi atau tato. 

"Itu tanda valid menurut standar interpol, akan segera dirilis," tandas Musyafak.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id