Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Luhut Sebut Kasus Covid-19 di Empat Provinsi Meningkat

Nasional Virus Korona pandemi covid-19
Antara • 22 Oktober 2020 09:08
Jakarta: Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kasus covid-19 di empat provinsi meningkat. Provinsi tersebut, yakni Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Timur, dan Papua.
 
"Di empat provinsi saya sebut tadi, naik tujuh persen dari 13,4 persen di awal periode 9-15 September 2020 menjadi 20,5 persen di periode 14-20 Oktober 2020," kata Luhut dalam rapat virtual penanganan covid-19, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu meminta jajaran terkait memberikan perhatian khusus kepada empat provinsi tersebut. Dia memastikan akan terus mengikuti perkembangan kasus di empat provinsi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya minta Dansatgas (Komandan Satgas covid-19), Menkes (Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto), para Gubernur, Pangdam, Kapolda, tolong lihat. Jadi saya akan ikut memperhatikan juga empat provinsi ini, Sumbar, Kaltim, Riau, dan Papua," kata Luhut.
 
Menurut dia, operasi yustisi yang dilakukan TNI-Polri cukup berdampak dalam menekan kasus covid-19. Hal itu terlihat di Jawa Timur terjadi penurunan angka positif covid-19 akibat perubahan perilaku masyarakat.
 
"Ini datanya real time. Kita berharap di daerah-daerah yang kasusnya tinggi supaya itu dilakukan seperti di Provinsi Jatim. Jadi kerja sama antara Gubernur, Kapolda, Pangdam, Dinkes sangat penting," ujar Luhut.
 
Baca: Kemendagri Kirim Surat Edaran untuk Tempat Wisata Agar Terapkan 50% Kapasitas
 
Luhut juga meminta pemerintah daerah di empat provinsi itu memastikan adanya sistem karantina terpusat. Sistem itu diperlukan agar pasien tanpa gejala atau bergejala rendah tidak menularkan virus ke orang lain.
 
Kementerian Kesehatan (Kemenkes), lanjut dia, harus memastikan ketersediaan obat, tempat tidur Intensive Care Unit (ICU), dan memahami tata laksana klinis perawatan covid-19. Kemenkes juga diminta mengecek kembali tata laksana di rumah sakit-rumah sakit rujukan.
 
"Kemudian agar memastikan ketersediaan seluruh aspek medis, ketersediaan obat, reagen, kapasitas tempat tidur, dan sosialisasi tata laksana klinis pasien covid-19, berjalan dengan baik," ujar Luhut.
 
Pemerintah telah menyusun tiga strategi dalam penanganan pandemi covid-19. Yakni perubahan perilaku dan deteksi awal penyebaran, pembangunan pusat-pusat karantina dan isolasi, serta manajemen perawatan covid-19.
 
"Saya mohon kita semua mengacu kepada tiga strategi tadi, baik dari Kemenkes, Satgas maupun Gubernur, Kapolda, Pangdam. Semua kita mengacu pada strategi itu supaya kita betul-betul satu tim, jadi tidak ada yang jalan sendiri-sendiri," katanya.
 
Luhut menekankan tata laksana klinis harus diterapkan sesuai standar Kemenkes. Dia mengingatkan dinas kesehatan di daerah terus meningkatkan partisipasi tenaga kesehatannya pada sosialisasi standar tata laksana klinis.
 
Dia juga meminta setiap rumah sakit rujukan memiliki kapasitas tempat tidur, perlengkapan, dan alat medis yang memadai serta menjalankan protokol tersebut. Di samping itu, Luhut menilai penanganan yang dilakukan gubernur dan pemangku kepentingan lain di delapan provinsi prioritas sudah cukup baik. Kasus positif covid-19 di delapan provinsi itu diklaim sudah berhasil ditekan.
 
"Sejak 9 September 2020, saya diperintah menangani delapan provinsi yang kontribusi terhadap kasus nasionalnya 72 persen, sampai hari ini di delapan provinsi itu tinggal 60,6 persen kontribusinya kepada nasional," ujar Luhut.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif