Kepala BNPB Doni Monardo mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September 2020. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Kepala BNPB Doni Monardo mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 September 2020. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Doni: 17% Publik Percaya Tidak Akan Terinfeksi Covid-19

Nasional Virus Korona Satgas Covid-19
Antara • 08 Oktober 2020 03:56
Manado: Ketua Satuan (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut 17% masyarakat percaya tidak akan terinfeksi virus korona. Kondisi ini terekam dalam survei nasional Badan Pusat Statistik (BPS) periode 14-21 September 2020.
 
"Jumlah responden sebanyak 90.967 orang, angka yang besar untuk sebuah survei," kata Doni dalam kunjungan kerja ke Sulawesi Utara (Sulut), Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Menurut dia, bila rasio 17% dikalikan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa, angkanya mencapai 44,9 juta jiwa. Sementara itu, Sulut menempati nomor dua secara nasional dengan persentase 27%.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari jumlah penduduk 2,6 juta jiwa, 700 ribu lebih warga Sulut diperkirakan yakin tidak akan terjangkit covid-19. Hal ini, kata Doni, menjadi tantangan sehingga harus ada strategi yang efektif untuk memengaruhi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan covid-19.
 
"Presiden (Joko Widodo) dalam setiap kesempatan mengatakan perubahan perilaku adalah keniscayaan. Kita tidak tahu kapan covid-19 akan berakhir. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi dengan covid-19 ini," ujar dia.
 
Jenderal bintang tiga itu berharap setiap daerah mengedepankan kearifan lokal sehingga tokoh-tokoh daerah hingga tingkat RT/RW diikutsertakan. Semakin besar pelibatan masyarakat, semakin efektif penanganan covid-19.
 
Baca: Erick Thohir Blak-Blakan Soal Pengadaan Vaksin kepada Susi
 
Dia menjelaskan covid-19 menular bukan melalui hewan seperti flu babi atau flu burung, tetapi melalui manusia. Dari manusia kemudian menular ke orang-orang di sekitar termasuk orang-orang terdekat.
 
"Karena itu, dengan penjelasan yang lebih merakyat, bahasa yang lebih mudah dipahami, bahasa yang mudah dicerna, saya yakin kalau sekarang 27%, ke depan pasti akan berkurang," ujar Doni.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif