Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal

Vaksin Covid-19 Bagian Pemenuhan HAM

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 vaksin covid-19
Kautsar Widya Prabowo • 13 Oktober 2020 07:46
Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai upaya pemerintah menyediakan vaksin covid-19 sejalan dengan konsep pemenuhan hak asasi bagi manusia. Hak untuk hidup dan hak kesehatan.
 
Karena negara telah berupaya memenuhi HAM masyarakat, tiap warga diminta menggunakan vaksin saat tersedia. "(Masyarakat) harus memikirkan hak kesehatan atas dirinya," ujar Komisioner Komnas HAM Sandra Moniaga, dalam diskusi virtual, Senin, 11 Oktober 2020.
 
Masyarakat juga harus menyadari vaksin tak hanya pemenuhan hak kesehatan bagi dirinya, tapi juga hak asasi orang di sekitarnya. Individu yang menolak vaksin covid-19 dapat menularkan virus dan mengancam hak orang lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Vaksin ini sejalan dengan hak asasi," tuturnya.
 
Kepala Bagian Pengkajian dan Penelitian Komnas HAM, Mimin Dwi Hartono, meminta pemerintah dapat menyusun skala prioritas dalam pemberian vaksin covid-19. Mengingat vaksin yang ditargetkan dapat distribusikan akhir 2020 berjumlah terbatas.
 
"Siapa saja (yang prioritas). Misalkan dokter, perawat, tenaga medis yang mendukung kerja di fasilitas kesehatan," tuturnya.
 
Baca:Pemerintah Siapkan Rp3,7 Triliun untuk Bayar DP Vaksin Covid-19
 
Kemudian masyarakat berkategori lanjut usia (lansia) yang dinilai lebih memerlukan vaksin covid-19. Sebagian besar lansia memiliki penyakit penyerta yang berpotensi memperburuk kesehatan apabila terpapar virus korona.
 
"Memang yang berumur 60 tahun ke atas banyak yang meninggal. Saya kira jadi bagian penting lansia," jelasnya.
 
Pemerintah akan memulai program vaksin covid-19 pada awal November 2020. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto usai kunjungan ke Tiongkok akhir pekan lalu. Pada pertemuan tersebut pemerintah telah melakukan finalisasi pembelian sejumlah vaksin-19.
 
Terawan mengatakan saat ini persiapan detail untuk program vaksinasi terus dilakukan dengan memprioritaskan tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang berada di garis terdepan dalam penanganan covid-19.
 
"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan, yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," kata Terawan dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2020.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif