Jokowi Ingin Koperasi Mengikuti Perubahan Teknologi
Presiden Joko Widodo/ANT/Widodo S. Jusuf
Jakarta: Presiden Joko Widodo ingin insan koperasi mengikuti cepatnya perubahan teknologi di era digital. Perubahan harus dibarengi regulasi yang mempermudah kegiatan koperasi.

"Seiring regulasinya belum ada perubahan sudah datang, aturan belum ada, perubahannya sudah datang. Ini lah perubahan-perubahan yang harus kita sadari bersama agar kita tidak ditinggal zaman," kata Jokowi saat menghadiri perayaan ke-71 Hari Koperasi Nasional di ICE BSD Tangerang, Banten, Kamis, 12 Juli 2018.

Jokowi senang kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional terus meningkat. Pada 2014, PDB koperasi hanya 1,71 persen, meningkat menjadi 3,99 persen di 2016, dan 2018 naik lagi menjadi 4,48 persen. 


"Ada peningkatan yang cukup baik tetapi belum melompat belum meloncat. Yang kita inginkan sebuah lompatan sistem ekonomi gotong royong yang kita miliki ini," ujar eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Ia mengapresiasi jajaran Kementerian Koperasi dan UMKM berhasil menuju bursa efek dengan membeli sahan BRI Syariah tiga bulan lalu. Ia menilai insan koperasi harus mulai mengarah ke bursa efek dan menguasai teknologi digital dalam menjalankan usaha.

"Kita sekarang hidup di era teknologi. kita masih ingat sewaktu belum ada HP mau nelepon hanya bisa dari rumah atau dari kantor dulu sebelum ada handphone kita harus ingat itu, karena telepon semuanya pakai kabel. Kemudian muncul GSM dan berbagai macam handphone," ucap dia.

Eks Wali Kota Solo itu menjelaskan kejayaan handphone berganti dengan smartphone. Perkembangan teknologi ini juga disertai berbagai aplikasi jual beli dan sejumlah layanan jasa dan transportasi berbasis aplikasi.

Ia mencontohkan mudahnya membeli makanan melalui aplikasi, seperti sate. Kini, ia tinggal mesan melalui aplikasi Go-food. Pesanan sate 30 menit sampai.

"Semua harus melihat perkembangan perkembangan seperti ini. Bagaimana koperasi masuk ke teknologi digital," tegas dia.

Ia meminta insan koperasi untuk memulai teknologi dengan menggunakan aplikasi Whatsapp. Insan koperasi juga dinilai perlu mahir mempergunakan medsos dalam mempromosikan kegiatan usahanya.

Jokowi ingin koperasi Indonesia dikelola dengan baik, seperti di New Zealand. Di sana, koperasi berhasil merebut 30 persen keseluruhan ekspor susu dan produk susu olahan yang ada di dunia.

"Koperasi mereka bisa, kenapa kita tidak? Kemudian ada lagi sebuah koperasi di Amerika ini sejarahnya menarik namanya Ocean spray. Koperasi yang sangat sukses mengembangkan buah Cranberry dari awalnya cuma mengumpulkan hasil petani Cranberries kemudian Menjual buah segar Cranberries kemudian Ocean spray mengembangkan produk minuman jus dari Cranberry ini," beber Jokowi. 



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id