Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Ahli Epidemiologi: Pasien Covid-19 Harus Diawasi Secara Ketat

Nasional Virus Korona
Antara • 07 Agustus 2020 02:13
Jakarta: Pasien positif virus korona (covid-19) yang menjalani isolasi mandiri di rumah harus diawasi secara ketat. Terpenting, pasien menjalani protokol kesehatan dengan baik agar tidak menjadi sumber penularan baru.
 
"Pasien positif covid-19 yang menjalani isolasi mandiri ini harus benar-benar diawasi, harus diam di rumah. Kalau mereka butuh bantuan, diberi bantuan," kata ahli epidemiologi Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono dilansir Antara, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Menurut Tri, khusus di Kota Bogor, pada Senin, 3 Agustus 2020, tercatat ada 46 pasien positif covid-19 yang dirawat di rumah sakit serta 40 pasien positif lainnya menjalani isolasi mandiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini mengatakan selain pengawasan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) covid-19 dan Dinas Kesehatan Kota Bogor juga penting memberikan pemahaman terhadap pasien positif covid-19 bagaimana menjalani isolasi mandiri di rumah. Ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.
 
Tri mengaku kaget dengan data penyebaran virus korona di Kota Bogor pada 10 Maret hingga 3 Agustus 2020. Sebab penularan covid-19 dari luar kota sangat tinggi dibandingkan faktor penularan lainnya. Penularan covid-19 dari luar Kota ada sebanyak 111 kasus.
 
"Dari data klaster luar kota, ternyata warga Kota Bogor yang keluar kota menggunakan kendaraan pribadi dan tertular covid-19 ada 80 persen. Jadi, harus dievaluasi lagi, sebetulnya penularannya di mana," katanya.
 
Baca: Efek Pandemi Bakal Terasa Hingga Beberapa Dekade
 
Tri menyarankan Pemerintah Kota Bogor menerapkan pembatasan sosial berskala besar praadaptasi kebiasaan baru (PSBB Pra-AKB). Pasien positif covid-19 yang saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah maupun isolasi di rumah sakit harus diawasi dengan baik.
 
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan Pemerintah Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya secara intensif dan sistematis untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Bogor. Namun, pergerakan warga Kota Bogor, termasuk aktivitas ke luar kota tidak bisa dibatasi sepenuhnya.
 
"Banyak warga Kota Bogor yang bekerja di Jakarta, sehingga harus pergi ke Jakarta dan pulang kembali ke Bogor setiap hari," kata Dedie.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif