Petugas patroli terpadu karhutla. Foto: KLHK
Petugas patroli terpadu karhutla. Foto: KLHK

Pencegahan Karhutla Tak Terkendala Wabah Korona

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Media Indonesia • 02 April 2020 20:50
Jakarta: Patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap digencarkan di tengah wabah virus korona (covid-19). Awal April ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai melaksanakan patroli terpadu pencegahan karhutla di empat provinsi rawan.
 
Keempat daerah rawan itu adalah Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan. Secara keseluruhan, pada awal April ini, patroli terpadu akan dilaksanakan di 97 desa rawan karhutla di pulau Sumatra.
 
"Patroli tetap harus dilakukan karena akhir April hingga awal Mei merupakan bulan-bulan kering. Kondisi kering ini bisa berlangsung hingga Agustus," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Kamis, 2 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena bertepatan dengan mewabahnya covid-19, petugas akan dilengkapi alat pelindung diri (APD) selama berpatroli. Petugas juga akan tetap membawa pesan kehati-hatian dan terus menjaga jarak.
 
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, Basar Manullang, mengatakan pemerintah saat ini menggunakan strategi baru mengendalikan karhutla. KLHK memprioritaskan upaya pencegahan dan pemadaman secara dini.
 
"Patroli terpadu adalah salah satu upaya penting yang sudah dilaksanakan sejak 2016 dengan melibatkan peran serta berbagai pihak, meliputi Manggala Agni, anggota TNI, anggota Polri, pemerintah daerah, dan Masyarakat Peduli Api (MPA)," ucap Basar.
 
Baca:328.457 Hektare Lahan di Sumsel Terbakar Selama 2019
 
Sasaran utama patroli terpadu ini adalah memantau potensi karhutla di tingkat tapak, terutama di desa-desa rawan karhutla. Petugas patroli juga akan melakukan sosialisasi pencegahan, melakukan pemadaman dini, serta mewujudkan kehadiran unsur pemerintah di tingkat tapak.
 
Jumlah titik panas pada Januari hingga awal April 2020 tercatat 583 titik. Laporan Posko PKHL berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA), jumlah itu berkurang 43,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020. Tahun lalu jumlah hotspot-nya 1.031 titik.
 

(UWA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif