Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Foto Selebgram Dicatut Penipu Minta Pulsa

Nasional penipuan
Siti Yona Hukmana • 01 April 2020 10:12
Jakarta: Foto selebgram Desi Wulandari alias Lodya Arumi Syakira dicatut tersangka penipuan, Ahmad Hifni Hardiansyah, 28. Pelaku memanfaatkan foto Lodyauntuk memikat para pria yang menjadi korbannya.
 
"(Untuk) minta pulsa sampai minta foto alat kelamin," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 1 April 2020.
 
Menurut dia, dalam aksinya, pelaku membuat akun Facebook palsu yang menampilkan foto Lodya. Sebanyak 47 laki-laki dari berbagai kalangan kena kibul hingga meminta nomor ponsel dan berkomunikasi melalui WhatsApp.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para korban memercayai pelaku sebagai seorang perempuan sehingga menuruti permintaannya. Sementara itu, Ahmad sehari-hari bekerja sebagai seorang pegawai honorer.
 
Aksi penipuan Ahmad pada Kamis, 26 Maret 2020, akhirnya terendus. Lodya mengetahui tersangka mencatut nama dan fotonya lantaran ada seorang wanita memaki-maki dirinya.
 
Perempuan itu menuduh Lodya telah berselingkuh dengan suaminya. Lodya kemudian menelusuri akun Facebook yang memakai foto hingga mengaku sebagai dirinya.
 
Lodya akhirnya melaporkan kasus ini kepada polisi, Jumat, 27 Maret 2020. Tersangka kemudian cepat dibekuk.
 
"Langsung hari itu juga menangkap tersangka di kediamannya daerah Tapos, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang," imbuh Yusri.
 
Foto Selebgram Dicatut Penipu Minta Pulsa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
 
Baca: Modus Penipuan Bergeser
 
Saat penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti. Benda itu meliputi tangkapan layar akun Facebook, tangkapan layar percakapan WhatsApp antara pelaku dan 47 laki-laki, satu ponsel iPhone, satu ponsel Samsung, satu ponsel Oppo, satu dompet berwarna hitam, dan KTP tersangka.
 
Tersangka dijerat dalam kasus pencurian dan perbuatan tanpa hak atau melawan hukum menyalin data informasi elektronik dan atau dokumen elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 362 KUHP dan atau Pasal 48 juncto Pasal 32 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE). Dia terancam hukuman delapan tahun penjara.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif