Gubernur Papua Barat Ingin Perbedaan Menjadi Pemersatu Bangsa

23 November 2018 16:13 WIB
mui
Gubernur Papua Barat Ingin Perbedaan Menjadi Pemersatu Bangsa
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Foto: Antara/Rosa Pangabean.
Raja Ampat: Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa menjadi pemersatu bangsa. Dia tak ingin Indonesia terpecah karena perbedaan
 
Hal itu diucapkan Dominggus saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV MUI 2018 mengambil lokasi di Raja Ampat, Papua Barat. Dominggus mengatakan, Papua Barat memiliki keberagaman yang sangat erat dengan kultur daerah dan dapat menyampaikan pesan persatuan dan persaudaraan di Indonesia.
 
Potensi itu juga menjadi modal kuat pengembangan pariwisata dengan heterogenitas masyarakat Papua. "Keberagaman masyarakat Papua menjadi potensi luar biasa dalam pengembangan pariwisata di Papua Barat," kata Dominggus di hadapan 250 perserta Rakernas MUI yang datang dari berbagai daerah.
 
Dia mengatakan, perbedaan agama, suku, budaya, dan bahasa, seharusnya tidak menjadikan Indonesia bercerai berai. "Mari menjadikan perbedaan sebagai alat pemersatu bangsa dan memperkuat NKRI," katanya. 
 
Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakatoni mengatakan persatuan dalam keberagaman tersebut sudah berlangsung sangat lama. Semua adalah keberhasilan dari moderasi beragama di masyarakat.
 
"Keberagaman agama dan suku bangsa di Indonesia sudah dibangun sejak lama, khususnya di Papua Barat," ujarnya.
 
Dia mencontohkan Kabupaten Kaimana, satu kabupaten ada tujuh distrik, di sana ada delapan suku, setiap suku punya bahasa dan agama berbeda, dalam keragaman tersebut mereka saling menghargai.
 
"Saat SD di Kaimana, ketika suku kami yang beragama Muslim berhari raya, suku-suku tetangga datang ikut meramaikan dengan tabuhan tifa, begitu pula saat mereka berhari raya, suku kami datang ikut meramaikan," kata Lakatoni.

Baca: 500 Ulama Berkumpul Perkuat Persatuan

Dia bercerita saat umat Islam berkunjung ke perayaan agama lain, saudara mereka menjaga sejumlah perkara demi menghormati. Seperti peralatan makan dan makanan yang dijaga dan diperhatikan agar yang Muslim bisa ikut makan bersama.
 
"Hidup rukun, saling menghargai, dan menghormati merupakan bukti sejarah moderasi agama sejak dahulu, alhamdulillah terjaga dengan baik," ujar Lakatoni.
 
Rakernas IV MUI di Raja Ampat dibuka Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan dihadiri Wakil Gubernur Papua Barat, Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Kapolda Papua Barat, Danrem 171, dan Kodam Cendrawasih.






(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id